Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Guru Besar UGM Ini Sebut Nikotin Pembakaran Rokok Bukan Obat Virus Corona

Diketahui beberapa waktu lalu sempat beredar kabar nikotin dari pembakaran rokok disebut bisa menjadi obat virus corona

Editor: Eko Sutriyanto
Freepik
ilustrasi virus corona 

Made mengungkapkan ada dua yang perlu diantisipasi dalam hal ini, yaitu perokok aktif dan pasif.

“Perokok kita jumlahnya 30 persen dari jumlah penduduk. Prevalensinya tinggi pada keluarga miskin, artinya pendidikan rendah, menganggap kesehatan bukan prioritas, dan sebagainya,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, jumlah perokok remaja di Indonesia tinggi. “Mereka bisa menyebarkan (virus corona) tanpa gejala,” imbuh Made.

Made menambahkan, risiko perokok tertular maupun menjadi penular sangat besar.

Sebab, tidak mungkin merokok menggunakan masker.

“Merokok juga meningkatkan risiko batuk, bersin, atau meludah, yang menjadi sarana penularan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bulan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan edukasi mengenai rokok kepada masyarakat.

Sebab, bertepatan dengan bulan ramadan, situasi Covid-19, dan juga pada 31 Mei bertepatan dengan hari tanpa tembakau.

FK-KMK UGM juga memiliki layanan konseling bagi orang yang membutuhkan dukungan untuk berhenti merokok.

Konseling dapat dilakukan melalui email, Whatsapp, SMS, atau pun telepon. Yakni melalui email chbp@ugm.ac.id, nomor kontak 081328017677 (untuk Senin, Rabu, Jumat pukul 09.00-12.00 WIB), dan nomor 08122691383 (untuk Selasa dan Kamis pukul 09.00-12.00 WIB).             (tribunjogja.com/ uti)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Pakar Kesehatan UGM Yogyakarta Bantah Isu Nikotin Bisa Jadi Obat Virus Corona

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan