Breaking News:

Virus Corona

Jenazah PDP Covid-19 di Manggarai Barat Hilang Dari Kuburan Dibongkar Orang Misterius

Warga Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikejutkan dengan hilangnya jenazah PDP Covid-19.

Freepik
ilustrasi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Warga Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikejutkan dengan hilangnya jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dari pemakaman di Mejerite.

Pelaksana Harian Sektetaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat Ismail Surdi mengatakan, jasad PDP tersebut berinisial FN yang merupakan warga Desa Orong, Kecamatan Welak, Manggarai Barat.

"Kami belum tahu siapa yang membongkar makam dan mengambil jasadnya," ungkap Ismail saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (8/6/2020) pagi.

Baca: Pembatasan Jumlah Pemilih di TPS Turunkan Tingkat Kerumunan 37,5 Persen

Baca: Insiden Penembakan di Tangerang: 2 Korban Alami Luka di Punggung, Polisi Ungkap Jenis Senjatanya

Baca: Di Masa Pandemi, Produksi dan Distribusi Pertanian Aman

Jenazah FN dilaporkan hilang pada Sabtu (30/5/2020).

Di lokasi pemakaman milik pemerintah itu juga dikuburkan tiga jenazah PDP lainnya yang masih aman.

"Saat ini kami sedang telusuri kapan ambilnya, siapa yang ambil dan di mana keberadaannya sekarang. Nanti hasilnya akan kami informasikan," ujar dia.


Masyarakat Diminta Tidak Tolak Jenazah Covid-19

Sebelumnya pemerintah melalui Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk tidak menolak jenazah pasien terkait Covid-19.

“Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka itu keluarga kita yang harus menjadi korban karena penyakit ini. Bahkan ada dari mereka yang gugur karena melaksanakan tugasnya. Marilah kita menghormati mereka, tidak ada alasan menolak atau takut,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Yurianto menegaskan, semua jenazah terkait Covid-19 mendapatkan perlakuan sesuai prosedur operasional standar internasional. Tubuh jenazah dibungkus dalam kantong plastik dan dimasukkan dalam peti yang tertutup rapat. Peti ini juga telah dibersihkan dengan disinfektan.

Baca: Update Corona di Provinsi Jawa Timur, Sabtu 11 April: 267 Kasus Positif, 25 Meninggal, 64 Sembuh

Baca: Pasokan Bahan Baku IKM Sektor Makanan Langka dan Mahal

Baca: Kekhawatiran Dampak Corona Meningkat di Suku Pedalaman Amazon setelah Remaja 15 Tahun Meninggal

Pemulasaran jenazah pun dilakukan oleh petugas terlatih yang memang berwenang untuk melakukan itu. Sehingga tidak ada kemungkinan virus corona, yang tidak bertahan lama di luar tubuh manusia, untuk menyebar di daerah sekitar pemakaman.

Halaman
123
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved