Breaking News:

Warga Mesuji Serahkan Secara Sukarela Senjata Api

Masyarakat yang sukarela menyerahkan senpira akan terbebas dari jeratan undang-undang darurat dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun

TRIBUNLAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN
SENPI DARI WARGA - Petugas Satlantas Polres Mesuji saat menyerahkan senpi dari warga ke mapolres setempat, Selasa (30/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG  - Petugas Satlantas Polres Mesuji menerima 10 pucuk senpi berikut dua butir amunisi dari beberapa warga, Selasa (30/6) siang.

Polisi menerima senpi dari beberapa warga secara sukarela.

Kasatlantas Polres Mesuji AKP Hadly Nasution mengatakan, menerima penyerahan senpira dari warga serta menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan masyarakat di wilayah hukum Polres Mesuji," kata Hadly.

Sesuai instruksi Kapolres, masyarakat yang sukarela menyerahkan senpira akan terbebas dari jeratan undang-undang darurat dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

"Harapan ke depan bisa menjadi penyambung pihak kepolisian untuk membantu menyosialisasikan kepada masyarakat yang memiliki senpira agar jangan takut menyerahkannya," paparnya.

Baca: Polisi Masih Selidiki Asal Usul Kepemilikan Dua Senjata Api Kelompok John Kei

Sementara itu, sebanyak 13 pucuk senjata rakitan, 28 butir amnunisi, dan 13 bom rakitan berhasil diamankan selama kurun waktu tiga bulan pelaksanaan tugas Satgas Pamarahwan Yonif 732/Banau di wilayah Maluku.

Seluruh senjata, amunisi, dan bom sisa konflik horizontal di Maluku tersebut diserahkan secara sukarela oleh warga.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamrahwan Maluku Satgas Yonif 732/Banau Letkol Inf Suhendar Suryaningrat dalam laman resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat, tniad.mil.id, Rabu (27/5/2020).

"Sampai dengan hari ini perolehan senjata hasil dari pendekatan teritorial sejumlah 13 pucuk senjata rakitan, munisi 28 butir dan bom rakitan berjumlah 13 buah. Kami selalu mengajak masyarakat untuk selalu menjaga stabilitas keamanan agar terhindar dari provokasi-provokasi yang tidak benar dan merugikan kita semua," kata Suhendar.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved