Setelah 2 Kepala Dinas di Pemkot Surabaya Terpapar Covid-19, Kantor Langsung Ditutup, Semua PNS Tes

Penularan Covid-19 di Surabaya tak hanya menjangkiti warganya saja, melainkan juga hingga ke PNS di Pemkot Surabaya.

Editor: Miftah
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Warga menjalani tes swab gratis di Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6/2020). Setelah pamit beberapa minggu lalu, mobil Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya kembali lagi ke Kota Surabaya untuk membantu warga Surabaya dalam melakukan pemeriksaan tes swab Covid-19 secara massal. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUNNEWS.COM- Penularan Covid-19 di Surabaya tak hanya menjangkiti warganya saja, melainkan hingga ke PNS di Pemkot Surabaya.

Itu terbukti dengan fakta dua orang kepala dinas di lingkungan Pemkot Surabaya terpapar virus Corona atau Covid-19.

Keduanya yaitu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Agus Imam Sonhaji dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Chandra Oratmangun.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara membenarkan kabar tersebut.

Pendalaman pelacakan atau tracing terus dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya.

"Hasil tracingnya masih terus digali," kata Febri, Kamis (2/7/2020).

Menurut Febri, Agus termasuk dari tiga PNS di lingkungan Dispendukcapil yang positif Covid-19.

Hal itu diketahui dari hasil test yang dilakukan Pemkot beberapa waktu lalu.

Sementara untuk Chandra, hasil swabnya hingga saat ini belum keluar.

Dia sebelumnya dinyatakan reaktif dari hasil rapid test.

Febri belum bisa memastikan mereka terpapar dari mana.

Baca: Peneliti: Virus Corona Bermutasi, Sembilan Kali Lebih Menular

Baca: Dokter Sugih Wibobo Bertugas Seorang Diri Rawat 190 Pasien Corona, Belum Terima Insentif Sama Sekali

Baca: Donald Trump Menaruh Harapan Besar pada 3 Kandidat Vaksin Corona, Menyebut Amerika Akan Segera Pulih

Belum berarti dari tempat mereka bekerja.

Sebab, protokol kesehatan sudah diperketat di lingkungan tempat bekerja.

Pelacakan sedang terus dikembangkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved