Senin, 1 September 2025

Banjir Bandang Terjang Luwu Utara, Delapan Mayat Ditemukan, Korban Diperkirakan Akan Bertambah

Selain rumah warga, lantai satu Masjid Al Istiqamah di desa tersebut ikut tertimbun lumpur.

Editor: Hendra Gunawan
Chalik Mawardi/Tribun Timur
Rumah warga tertimbun lumpur pasca banjir bandang menerjang Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, BAEBUNTA - Banjir bandang yang melanda di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Seninn (13/7/2020) malam telah menelan delapan orang warga.

Pada Selasa (14/7/2020) delapan mayat ditemukan.

"Sudah ada delapan yang ditemukan," kata Muhammad Azhal Arifin, anggota DPRD Luwu Utara di lokasi kejadian.

Politisi Partai Golkar menyebut semua korban dibawa ke rumah sakit.

"Semua sudah dibawa ambulans ke rumah sakit," katanya.

Ia mengatakan, masih ada beberapa orang dinyatakan hilang.

"Setahu saya masih ada enam yang hilang. Tapi kemungkinan lebih, salah satunya sepupu satu kali saya," tuturnya.

Baca: Seorang Warga Tewas Terseret Banjir Bandang di Luwu Utara

Baca: Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Utara Telan Korban Jiwa

Baca: Soal Izin Reklamasi Ancol, Anies Klaim Cegah Banjir hingga Tegaskan Tak Langgar Janji Kampanye

Pantauan di lokasi, ratusan rumah warga tertimbun lumpur.

Akibat banjir bandang Sungai Radda pada, Senin (13/7/2020) malam.

Tumpukan lumpur setinggi satu meter menutup Jl Trans Sulawesi.

Selain rumah warga, lantai satu Masjid Al Istiqamah di desa tersebut ikut tertimbun lumpur.

Petugas penanggulangan bencana masih sibuk melakukan pencarian.

Mereka dibantu ratusan relawan.

Terlihat alat berat berusah memindahkan lumpur di jalan.

Selain di Desa Radda, banjir bandang juga terjadi di Kota Masamba.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan