Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona

Adanya Mesin PCR di Malang dan Pasuruan Bisa Percepat Pendeteksian Warga yang Terpapar Covid-19

Sebelum adanya bantuan mesin PCR, proses deteksi hingga hasil dapat memakan waktu hingga lebih dari dua pekan.

Tayang:
HandOut/Istimewa
Donasi satu set mesin berteknologi reaksi rantai polimerase atau PCR beserta seluruh kelengkapannya dari HM Sampoerna kepada para tenaga medis dan warga di Kabupaten Pasuruan dan Kota Malang, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM - PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) mendonasikan satu set mesin berteknologi reaksi rantai polimerase atau PCR beserta seluruh kelengkapannya kepada para tenaga medis dan warga di Kabupaten Pasuruan dan Kota Malang, Jawa Timur.

Donasi ini diyakini bisa mempercepat proses deteksi warga yang diduga terpapar Covid-19 di Malang dan Pasuruan.

Bantuan mesin PCR dan juga ratusan alat pelindung diri (APD) ini diterima Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf dan Wali Kota Malang Sutiadji melalui Yayasan Stapa Center, mitra tanggung jawab sosial perusahaan Sampoerna.

Baca: BP2MI: Biaya PCR untuk Calon Pekerja Migran Gratis

Kedua kepala daerah tersebut memberikan apresiasi atas bantuan yang bertujuan untuk mempercepat proses deteksi warga yang diduga terpapar Covid-19.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Sampoerna. Ini adalah bantuan yang saya tunggu-tunggu," ujar Sutiadji dalam keterangan, Sabtu (8/8/2020).

Sutiadji menceritakan, selama ini Pemerintah Kota Malang menghadapi tantangan dalam melakukan proses deteksi Covid-19.

Baca: Menko PMK : Satu Kabupaten Kota Harus Punya Minimal Satu Mesin Tes PCR

Sebelum adanya bantuan mesin PCR, proses deteksi hingga hasil dapat memakan waktu hingga lebih dari dua pekan.

Akibatnya, warga yang diduga terpapar Covid-19 harus melakukan isolasi mandiri dalam waktu yang lama sehingga tidak dapat melakukan kegiatan ekonomi.

Sutiadji optimis bantuan dari Sampoerna ini dapat mempercepat proses deteksi sehingga warga yang tidak terpapar Covid-19 dapat segera melanjutkan aktivitasnya.

Baca: Pasien Pneumonia Berat Dianggap sebagai Probable Covid Sampai Terbukti PCR Negatif atau Positif

Sementara itu, Bupati Irsyad mengajak perusahaan lain yang berada di Pasuruan untuk mencontoh langkah Sampoerna yang tergerak untuk membantu percepatan penanganan Covid-19 di kabupaten berpenduduk 1,6 juta jiwa tersebut.

“Saya ajak perusahaan melalui CSR nya untuk bisa membantu percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. Sama-sama kita bergerak untuk menuntaskan Covid-19 secara bersama-sama,” ujar Gus Irsyad.

Direktur Sampoerna Elvira Lianita menyebutkan Sampoerna akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memberikan pelatihan kepada tenaga medis di Kabupaten Pasuruan dan Kota Malang agar mereka dapat segera mengoperasikan alat ini.

Sampoerna, lanjut Elvira, berharap dengan bantuan mesin PCR ini dapat mempercepat deteksi virus korona baru yang memicu Covid-19 sekaligus turut membantu Pemkab Pasuruan dan Pemkot Malang dalam melakukan penelusuran (tracing) warga yang diduga terpapar.

Baca: Sukses Buat Alat Rapid Test, Kemristek Kembangkan Pembuatan PCR Test Kit dan Ventilator

"Mesin PCR  ini mampu memeriksa 64 spesimen Covid-19 per jam," ujarnya.

Elvira menambahkan, komitmen berkelanjutan Sampoerna untuk mendukung Pemkab Pasuruan dan Pemkot Malang dalam mengurangi penyebaran Covid-19 diwujudkan dengan turut mensosialisasikan serta memastikan fasilitas produksi Sampoerna di Sukorejo dan Malang menerapkan adaptasi kebiasaan baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved