Suami dan Bayi Kembarnya Tewas Tertimbun Longsor, Maria Menangis Histeris saat Gendong Jasad Bayinya
Kisah duka seorang warga, Maria, yang ditinggalkan suami serta bayi kembarnya saat peristiwa tanah longsor.
Editor:
Widyadewi Metta Adya Irani
"Saya berdiri untuk menggali, puji Tuhan saya bisa mengeluarkan jasad bayi pertama dengan mengeluarkan kepalanya lebih dulu, sayang sudah tidak ada napasnya," tutur Matius.
Baca: Pesta Ulang Tahun Pertama Bayi Kembar Tinggal Cerita, Bersama Ayah Tewas Tertimbun Longsor
Melihat anaknya lemas tak bernyawa, Maria menangis sambil menggendong sang bayi dan berusaha membangunkan buah hatinya.
Tak lama kemudian, Matius mengeluarkan jasad bayi kedua.
Disusul kemudian, warga mengevakuasi jasad suami Maria dari tumpukan tanah.
Melihat tiga orang yang disayanginya tewas dini hari itu, Maria menjerit histeris dan pilu.
Baca: Jasad Ayah dan Anak Korban Tanah Longsor di Tarakan Ditemukan Berpelukan, Ibu Juga Tewas
Kini, Maria dan salah satu kerabatnya tinggal di rumah Matius.
Matius dan istrinya selalu berusaha menguatkan Maria yang hingga kini masih mengalami syok.
Lebih-lebih Maria dan suaminya telah merancang pesta ulang tahun pertama bagi bayi kembar mereka.
Keduanya bahkan telah mulai menata rumah untuk rencana tersebut.
"Memang sudah jauh-jauh hari mereka berniat itu, membuat ulang tahun satu tahun anak kembarnya," kata Matius.
Namun, Tuhan berkehendak lain.
Suami dan dua bayi Maria kini telah terbaring di pemakaman di Gunung Selipsi Kampung 1, Tarakan.
(Kompas.com/Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor"