Lukai Polisi saat Hendak Ditangkap, Pria yang Aniaya Istri dan Mertua Tewas Ditembak
SDL pelaku pembacokan istri dan dua mertuanya di Makassar, Sulawesi Selatan tewas ditembak polisi pada Jumat (23/10/2020).
Editor:
Widyadewi Metta Adya Irani
Ia kemudian masuk ke dalam untuk memanggil ibunya.
"Setelah suaminya (SDL) keluar dia lihat korban semua tergeletak berlumuran darah," kata Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim.
Baca juga: ASN di Ambon Aniaya Anak hingga Tewas, Terancam Dipecat
Video penemuan tiga orang korban penganiayaan ini beredar di media sosial.
Dalam video berdurasi empat menit itu, terlihat seorang perempuan terbaring lemas dengan tubuh penuh luka di halaman rumahnya.
Warga yang menolong kemudian memasuki rumah korban dan kembali menemukan dua orang lain dengan kondisi serupa.
"Korban luka akibat tebasan parang. Diduga dianiaya oleh suaminya (Se)," kata Halim melalui pesan singkat, Jumat.
Baca juga: Tersulut Emosi oleh Perkataan sang Istri, Pria Ini Aniaya Istrinya, Ibu Korban Teriak Minta Tolong
Di hari yang sama, pelaku pembacokan SDL tewas di tangan polisi saat ia menganiaya anggota Resmob Polsek Panakkukang ketika hendak ditangkap.
SDL tewas di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Sementara, anggota polisi yang kena sabetan parangnya masih menjalani perawatan di rumah sakit usai mengalami luka di bagian wajah dan kaki.
(Kompas.com/Himawan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi"