Breaking News:

Pengasuh Ponpes Al-Muayyad: Masjid sebagai Pemersatu Bangsa

Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara IAIN Surakarta (PKPPN) mengadakan Sarasehan Takmir Masjid Solo Raya.

Istimewa
K.H. Drs. M. Dian Nafi’ (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad) 

TRIBUNNEWS.COM - Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara IAIN Surakarta (PKPPN) mengadakan Sarasehan Takmir Masjid Solo Raya.

Acara tersebut mengangkat tema Masjid Merdeka (Moderat dan Berwawasan Kebangsaan) yang dilaksanakan Selasa, (3/11/2020).

Mengawali sarasehan, K.H. Drs. M. Dian Nafi’ (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad) mengajak audiens untuk melihat dan manyadari bahwa hari ini semakin kentara generasi muda kurang dalam pengetahuan agama.

Dari situ terlihat bagaimana generasi mutakhir sering melakukan perilaku tercela yang menyimpang dalam ajaran agama.

Baca juga: Update Covid-19 Global: AS Catat 77.634 Kasus Baru, Total Infeksi Lampaui 9,6 Juta

K.H. Drs. M. Dian Nafi’ (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad)
K.H. Drs. M. Dian Nafi’ (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad)

Melihat hal tersebut, ia mengatakan peran takmir masjid menjadi penting.

Sebagai wadah keislaman, masjid perlu mendekatkan pada kehidupan masyarakat.

Dari rilis yang diterima Tribunnews, K.H. Nafi mengatakan, kebutuhan-kebutuhan masyarakat perlu dipikiran kembali agar masyarakatnya sejahtera dan bermartabat.

Selain itu, masjid sebagai tempat pengajaran dan ritual Islam, harus menjadi wahana dialog dalam memikirkan kemajuan umat dan kerukunan kebangsaan.

Menurut K.H. Dian Nafi’ setidak-tidaknya masjid difungsikan sebagai empat bagian.

Pertama, masjid sebagai penanaman dan pendalaman kepercayaan (religiositas) keislaman.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved