Breaking News:

Teroris Bunuh Sekeluarga di Sigi

Warga Belum Berani Kembali ke Rumah Pascapembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Hingga kini warga memilih mengungsi ke desa terdekat maupun ke sanak keluarganya di desa lain.

DOK. Satgas Tinombala
Selain pembunuhan satu keluarga, tujuh rumah warga setempat di Sigi juga dibakar. TNI pun mengirim pasukan khusus. 

TRIBUNNEWS.COM - Hingga kini belum ada warga kembali ke rumah mereka setelah pembunuhan satu keluarga terjadi di wilayah Trans Lewunu, Dusun 5, RT 13, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Mereka memilih mengungsi ke desa terdekat maupun ke sanak keluarganya di desa lain.

Menurut keterangan Sekretaris Desa Lembantongoa Rifai, warga masih ketakutan dengan kejadian  Jumat (27/11/2020) kemarin.

Baca juga: Pimpinan DPR Dukung Pengiriman Pasukan Khusus TNI ke Sigi

"Belum berani mereka kembali ke dusunnya," kata Rifai, dihubungi KOMPAS.com, Sabtu (28/11/2020).

Menurutnya, lokasi kejadian memang termasuk kawasan hutan dan sunyi dan agak terpisah dengan dusun lainnya.

Baca juga: Soal Teror di Sigi, PKS: Hilangkan Satu Nyawa Tanpa Sebab, Sama dengan Membunuh Semua Manusia

Warga yang tinggal di dusun itu masih berkerabat, ada yang melalui ikatan pernikahan.

"Mereka sudah lama menetap di situ. Mereka merupakan penduduk asli lembah. Mereka pindah karena ada program transmigrasi, jadi mereka dipindahkan,"  ujar Rifai. 

Evaluasi operasi Tinombala

Pemerintah diminta mengevaluasi Satgas Tinombala pasca-peristiwa pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah di Sigi, Sulawesi Tengah.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Fatia Maulidiyanti menilai, evaluasi perlu dilakukan untuk mengakomodasi catatan evaluatif dalam penanganan terorisme, serta mencegah terjadinya pelanggaran HAM.

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved