Breaking News:

Janda Muda yang Gelapkan Rp 1 M Arisan Online Ngaku Sudah Tak Punya Uang Lagi, Tersisa Rp 1,7 Juta

Janda muda yang melakukan penggelapan arisan online Rp 1 miliar kini sudah tak memiliki uang lagi. Kini hanya tersisa Rp 1,7 juta.

Sripoku.com/Alan Nopriansyah
Pelaku Lusi Tania berhasil diamankan di Polsek Buay Sandang Aji (BSA) Polres OKu Selatan, Minggu (6/12/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Janda muda yang melakukan penggelapan arisan online Rp 1 miliar kini sudah tak memiliki uang lagi.

Lusi Tania (22), pelaku, mengaku sisa  uang di tabungannya Rp 1,7 juta.

Ia pun menolak tawaran para korban untuk berdamai dan memberi ganti rugi.

Lusi lebih memilih dipenjara.

Janda muda ini diamankan petugas kepolisian dari Satreskrim Mapolres OKU Selatan Jumat (4/12/2020) lalu.

Lusi Tania bandar arisan yang melarikan uang arisan Rp 1 miliar ini menceritakan terakhir dicek sisa uang di kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) miliknya kurang dari Rp 2 juta. Bahkan biaya untuk melarikan diri dibantu oleh keluarga di Jombang Jawa Timur melalui transfer.

"Uangnya tidak ada lagi, terakhir sisa uang di buku tabungan saya hanya sekitar Rp 1,7 juta rupiah untuk biaya pergi juga dikirim oleh keluarga di Jawa senilai Rp 5 juta," ujarnya

Lusi mengajak anggota keluarga meninggalkan rumah, khawatir apabila pergi seorang diri orang tua dan saudaranya akan terus didatangi para anggota arisan. Saat itu mereka pergi mengendarai dua sepeda motor.

Baca juga: Oknum Pensiunan PNS Coba Curi Emas, Pelaku Pura-pura Beli Perhiasan, Langsung Kabur saat Ketahuan

Baca juga: Pria Ini Kena Tipu, Jual Motor Scoopy Lewat COD, Dibarter Pembeli dengan Segepok Kertas

Pelaku Lusi Tania berhasil diamankan di Polsek Buay Sandang Aji (BSA) Polres OKu Selatan, Minggu (6/12/2020).
Pelaku Lusi Tania berhasil diamankan di Polsek Buay Sandang Aji (BSA) Polres OKu Selatan, Minggu (6/12/2020). (Sripoku.com/Alan Nopriansyah)

"Sebelumnya memang tidak direncanakan, tapi karena hari itu semakin memburuk saya ajak keluarga pergi, kalau hanya saya yang pergi pasti orang tua akan terus didatangi,"ujar Dia.

Lusi warga Kelurahan Pasar Kecamatan Muaradua OKU Selatan Sumatera Selatan (Sumsel), mengatakan pasca ditahan diruang tahanan Mapolsek Buay Sandang Aji (BSA) sedikitnya 20 orang dari korban anggota arisan yang mendatanginya.

Halaman
12
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved