Jumat, 29 Agustus 2025

Kisah 'Kampung Mati' di Blok Tarikolot Majalengka, Setiap Detik Terjadi Pergerakan Tanah

Suasana sepi menghinggapi sebuah perkampungan yang berada di Blok Tarikolot, Desa Sidamukti, Majalengka, Jawa Barat.

Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Desa Sidamukti, Majalengka di Blok Tarikolot banyak rumah yang ditinggalkan penghuninya hingga membuat daerah ini disebut kampung mati 

Hingga saat ini masih ada delapan KK yang masih menempati wilayah yang kian hari makin menyeramkan.

Salah satunya, Karmidi (65) yang sudah 36 tahun lamanya menempati Blok Tarikolot tersebut.

Ia mengatakan, dirinya dibawa mendiang istrinya untuk tinggal di blok tersebut.

Saat itu, kampung istrinya itu sangat asri dengan latar kehijauan khas daerah pegunungan.

"Sebelum masuk zona merah, kampung saya enak. Adem, sejuk, khas pegunungan," ujar Karmidi kepada Tribuncirebon.com, Rabu (3/2/2021).

Namun, kemudian tahun 2006 lalu, bencana dahsyat pergerakan tanah membuat dirinya sangat khawatir.

Baca juga: Pelabuhan Patimban Lengkapi Fungsi BIJB Kertajati di Majalengka

Saat kejadian sore hari itu, ia mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah Utara.

"Ternyata ada gerakan tanah. Bencana itu juga membuat rumah yang berada di lereng rusak dan banyak tertimbun. Untungnya, saya mah rumahnya di tempat yang datar," ucapnya.

Ia mengaku, usai peristiwa itu, banyak tetangganya yang langsung pindah meninggalkan rumahnya.

Takut ada bencana susulan menjadi alasan utamanya.

"Tapi karena saya sudah betah, cinta kampung istri saya, saya tidak pindah. Di samping itu, saya juga punya ladang pertanian, kalau pindah jauh," jelas dia.

Sebagian dari artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Cerita Karmidi Memilih Tinggal di 'Kampung Mati' Majalengka, Terlanjur Cinta Kampung Mendiang Istri

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan