Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Kubah Lava Gunung Merapi di Tengah Kawah Lebih Besar, Mengarah ke Barat

Teramati 2 kubah lava yang lokasinya berada pada barat daya (menempel di dinding Lava1997) dan kubah yang berada di tengah kawah.

Twitter BPPTKG
Visual Gunung Merapi yang terpantau dari PGM Babadan, Sabtu (20/2/2021) pukul 09.00 WIB. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) berhasil melakukan pengamatan dua kubah lava yang ada di Gunung Merapi (2.968 mdpl) saat ini.

Pengamatan yang dilakukan menggunakan drone itu berhasil dilakukan setelah upaya pengamatan sebelumnya selalu gagal karena kendala cuaca.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, dari pengamatan menggunakan drone tanggal 17 Februari 2021 teramati 2 kubah lava yang lokasinya berada pada barat daya (menempel di dinding Lava1997) dan kubah yang berada di tengah kawah.

Berdasarkan perhitungan foto udara, Hanik menuturkan, kubah yang berada di barat daya memiliki dimensi panjang 258 m, lebar 133 m, tinggi 30 m, dan volume sebesar 397.500 m3 dengan laju pertumbuhan sebesar 25.200 m3/hari.

"Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 17 Februari terhadap tanggal 11 Februari 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran," imbuh Hanik.

Sedangkan, kubah lava yang berada di tengah kawah berukuran lebih besar.

Yakni dengan dimensi panjang 160 m, lebar 120 m, tinggi 50 m, dan volume sebesar 426.000 m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata 10.000 m3/hari.

Ditanya terkait ke mana arah kubah lava yang berada di tengah kawah berpotensi meluncur, Hanik mengatakan, sampai saat ini pertumbuhan kubah lava di tengah kawah masih ke arah barat.

"Seperti kita lihat fenomena adanya pijaran yang di tengah, mengindikasikan adanya aktivitas di bagian tengah kawah dan ini peluncurannya masih ke arah barat. Nah, ini kalau sampai kapannya kita lihat pertumbuhannya. Kalau masih 10.000 m3/hari ya ini masih lama. Yang penting kita terus pantau seberapa intensitas aktivitas kubah lava yang ada di tengah," jelas Hanik.

Baca juga: Gunung Merapi Alami 11 Kali Guguran Lava Pijar, Ini Imbauan untuk Masyarakat dan Wisatawan

Baca juga: Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Merapi, Pemukiman di Luar 5 Kilometer Aman

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved