Breaking News:

Pria di Banyumas Didenda Rp 150 Juta Gara-gara Batalkan Pernikahan, Keluarga Enggan Membayar

Seorang pria di Banyumas didenda Rp 150 juta setelah membatalkan pernikahannya.

KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Sumarto (56), orang tua AS (32), warga Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

TRIBUNNEWS.COM- Seorang pria di Banyumas didenda Rp 150 juta setelah membatalkan pernikahannya.

Orangtua pria berinisial AS (320 pun enggan membayar denda tersebut karena tak memiliki uang.

Orangtua AS, Sumarto (56) mengaku, baru mengetahui adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan sanksi bagi anaknya tersebut.

"Yang jelas saya tidak mau bayar, karena tidak punya uang," kata Sumarto saat ditemui di rumahnya di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021).

Sumarto mengaku kecewa terhadap keluarga calon istri anaknya, karena pembatalan rencana pernikahan tersebut berujung ke meja hijau.

"Andai kata orangtua perempuan itu bilang sama saya, saya bisa bicarakan secara kekeluargaan."

"Saya kira kurang etis (kalau dibawa ke jalur hukum)," ujar Sumarto.

Baca juga: Gara-gara Batalkan Pernikahan dengan Kekasih secara Sepihak, Seorang Pria Didenda Rp 150 Juta

Baca juga: Viral Kesetiaan Pria Rawat Istri yang Sakit Bertahun-tahun, Sempat Menolak saat Diminta Nikah Lagi

Baca juga: Viral TikTok Kisah Cinta Murid dan Guru, si Cewek Sempat Ditunggu 2,5 Tahun setelah Lulus Sekolah

Menurut Sumarto, keluarga calon istri anaknya merupakan kerabat jauh.

"Itu masih saudara juga, masih tentangga (desa). Lebih bagusnya sidang keluarga," katanya.

Sumarto menceritakan, pada tahun 2018 melamar SSL untuk anaknya, AS.

Halaman
12
Editor: Miftah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved