Breaking News:

Kronologi Pembunuhan Bermotif Cinta Segitiga di Bantul Hingga Tanggapan Psikolog UGM

Pembunuhan dilakukan dengan cara menjerat leher korban dari belakang dengan kawat

net
Ilustrasi 

Tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. 

Tanggapan psikolog 

Pakar Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Drs Koentjoro MBSc PhD mengatakan tersangka KI (30) yang merupakan istri dari Budiyantoro mungkin sudah merasa ketidakcocokan dalam berumah tangga dengan suaminya itu sejak lama.

Ia berupaya mencari kenikmatan duniawi guna memenuhi rasa dalam dirinya yang kesepian dan membutuhkan kasih sayang.

Pengembaraan hatinya itu tertambat pada sosok NK (22), karyawan sekaligus sepupu dari korban. Korban sendiri merupakan pemilik usaha pabrik wajan di Banguntapan, Bantul.

“Ketika kemudian cinta semakin bersemi antara KI dan NK ini, KI merasa bahwa suaminya itu dianggap sebagai penghalang.

Warga membuat asap untuk mengusir ribuan lebah yang menyerang Tugiman di Laguna Pantai Samas, Selasa (13/04/2021)
Warga membuat asap untuk mengusir ribuan lebah yang menyerang Tugiman di Laguna Pantai Samas, Selasa (13/04/2021) (TribunJogja/Istimewa)

Perempuan itu kan lebih mengutamakan rasa,” ujarnya kepada Tribun Jogja, Selasa (20/4/2021).

Ia menjelaskan, perasaan itu menguatkan KI untuk memusnahkan suaminya sekalian daripada dia tidak bisa mereguk cinta dengan NK.

Rasa tersebut mendorong KI meminta NK untuk membunuh Budiyantoro saat mereka sedang berhubungan badan.

“Biasanya, suaminya itu sudah tidak dianggap. KI ini sudah tidak menghargai suami dan rumah tangganya sudah tidak harmonis,” bebernya.

Prof Koentjoro menduga, jika suaminya tidak dilenyapkan, maka Budiyantoro tidak bakal mengeluarkan surat cerai.

Baca juga: Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Didakwa Pembunuhan Tak Berencana Tingkat Dua

Imbasnya, hubungan antara KI dan NK ini jadi terkatung-katung tanpa kejelasan. KI bisa saja sudah tidak mau bersama Budiyantoro lagi dan ingin bersama dengan NK.

“Kalau surat cerai dari suami tidak keluar, kan tidak jadi nikah itu keduanya. Maka, mereka mengatur untuk melakukan pembunuhan,” terusnya.

Dia menambahkan, motif pembunuhan atas dasar cinta segitiga ini juga bisa terjadi lantaran NK ingin menjadi orang kaya.

Hubungan NK dan korban adalah karyawan dan majikan. Apabila ada ajakan untuk berhubungan intens dengan istri majikan, tentu saja NK tergiur karena berimajinasi untuk naik kelas.

“NK kan lebih muda ya? Patut diduga, kasta ekonominya tidak tinggi. Maka, ketika diajak selingkuh sama istri juragan, dia jadi naik pangkat,” kata Prof Koentjoro.

Ketika sudah merasa naik pangkat, tentu NK akan merasa bangga dengan dirinya sendiri dan mimpi bisa memenuhi segala kebutuhannya.

Dapat disimpulkan, NK juga setuju untuk membunuh suami agar bisa menikmati kebahagiaan dunia bersama KI beserta hartanya.

“Kalau istrinya, dia hanya memburu emosi saja. Pun kalau misal KI dan NK itu menikah, tidak akan berlangsung lama,” tandasnya. (Tribunjogja/Ardhike Indah/Christi Mahatma Wardhani)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved