Breaking News:

Liputan Khusus

Nikah Siri, Enak di Suami, Rugi di Istri dan Anak

Nikah siri hanya memuaskan napsu laki-laki, Untung di laki-laki, rugi di perempuan sebagai istri dan anak

Jika permohonan isbat nikah dikabulkan maka perkawinan dinyatakan sah dan memiliki kekuatan hukum.

Apabila sudah terlanjur melakukan nikah siri, kemudian ingin adanya penetapan atau pencatatan pernikahan di KUA maka mereka bisa mengajukan permohonan ke pengadilan.

Apabila Pengadilan telah membenarkan adanya pernikahan tersebut, maka ada amar putusan dari pengadilan itu diberikan kepada KUA. Baru kemudian KUA mencatat pernikahan tersebut secara resmi.

Isbat Nikah

Pernikahan siri bisa menjadi pernikahan resmi secara hukum apabila telah dicatatkan di KUA setempat, atau Disdukcapil.

Maka agar bisa resmi diakui negara, pihak mempelai harus mengajukan isbat nikah di Pengadilan Agama setempat.

Baca juga: Ekonomi Bambang Babak Belur Setelah Nikah Siri

Sekretaris Disduk Capil Kabupaten Kudus, Putut Winarno menjelaskan, sebelum melakukan pencatatan pernikahan di KUA, pasangan mempelai mengajukan isbat nikah terlebih dahulu di Pengadilan Agama.

Hal tersebut dimaksudkan, supaya ada ketetapan hukum yang kuat untuk merubah akta anak apabila sudah beranak.

"Kalau mau isbat nikah jangan ke KUA dulu. Tapi ajukan ke Pengadilan Agama. Setelah keluar surat keputusan, nanti Pengadilan Agama yang akan memerintahkan KUA dan Dispendukcapil untuk melakukan pencatatan dan perubahan akta. Termasuk menerbitkan akta pernikahan," paparnya.

Untuk pengajuan sidang isbat nikah harus ada alasan tertentu. Itsbat nikah adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved