Breaking News:

Peringati Hari Anti Tambang 2021, Gertak Tolak Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertambangan

Momentum  Hari Anti Tambang hari ini menjadi penting demi mengingatkan perlunya dan mengubah haluan ekonomi indonesia.

Editor: Hasanudin Aco
Ist
Massa dari aktivis Gerakan Rakyat Tagih Janji Kaltara (Gertak) melakukan aksi pada hari ini, Sabtu  (29/5/2021), yang berbarengan dengan Hari Anti Tambang.  

TRIBUNNEWS.COM, KALTARA - Massa dari aktivis Gerakan Rakyat Tagih Janji Kaltara (Gertak) menyatakan penolakannya atas langkah pemerintahan provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang dianggap masih pro kepada pembangunan ekonomi berbasis pertambangan yang dikhawatirkan justru  merusak kehidupan.

Sikap itu disampaikan Gertak yang melakukan aksi pada hari ini, Sabtu  (29/5/2021), yang berbarengan dengan Hari Anti Tambang

Koordinator Aksi, Suparti dalam pernyataannya mengatakan pihaknya ingin mengingatkan adanya ironi lubang-lubang bekas tambang yang mematikan, tapi kini dianggap sebagai taman wisata.

Tak sedikit laporan adanya korban warga masyarakat yang tewas karena lubang demikian.

Baca juga: Tambang Emas Masmindo di Luwu Diharapkan Bisa Segera Beroperasi

Bagi pihaknya, momentum  Hari Anti Tambang hari ini menjadi penting demi mengingatkan perlunya dan mengubah haluan ekonomi indonesia.

“Mengubah perspektif bahwa tambang bukanlah solusi bagi kesejahteraan. Beberapa hal yang juga kita perlu perhatikan bahwa pemerintah saat ini sangat bergantung terhadap industri yang mengeruk kekayaan alam. Dampaknya, lahan pertanian semakin sempit dan penggunaan aparat negara untuk menghadapi rakyat dalam konflik agraria,” kata Supardi dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

Mirisnya, Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda termuda dengan wilayah pembangunan yang belum merata, pendidikan dan kesehatan yang masih kurang, malah justru terus menambah lubang tambang.

Ironinya, kata dia, bukannya malah meningkatan ekonomi, justru daya rusak yang ditimbulkan dari pertambangan yang terjadi.

Seperti kontaminasi tanah, erosi, keasamaan air, longsor, debu dan dampak PLTU juga makin parah.

Catatan pihaknya, persoalan pertambangan terjadi di tambang-tambang di pulau bunyu, di Kabupaten nunukan, Kabupaten Tanah Tidung, dan Kabupaten Bulungan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved