Dede Tewas Dengan Tangan Terikat dan Tubuh Terlipat, Istrinya Sedang Hamil 8 Bulan

Mayat korban ditemukan di dalam lubang penampungan air Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung

Editor: Hendra Gunawan
Tri Yulianto/Tribun Lampung
Polsek Pugung menyelidiki penemuan mayat diduga korban pembunuhan di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG -- Seorang wanita hamil tua di Tanggamus, Lampung mengalami nasib yang pahit.

Di saat ia segera menjalani kelahiran anaknya, sang suami malah meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Dede, sang suami tewas dalam kondisi terbungkus plastik dan badannya terikat.

Mayat korban ditemukan di dalam lubang penampungan air Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021).

Korban Dede meninggalkan seorang istri yang dinikahinya pada Oktober 2020 dan kini sedang hamil dengan usia kandungan delapan bulan.

Baca juga: Pelajar SMA di Malaka Habisi Bibi Sendiri Karena Menolak Saat Diajak Berhubungan Badan

Keluarga berharap kasus mayat Dede yang menghebohkan warga di Tanggamus, Lampung karena ditemukan terbungkus plastik segera terungkap.

Menurut Amriadi, kakak Dede, pihak keluarga tidak menyangka musibah yang terjadi. Sebab sebelumnya tidak ada firasat dan tidak ada tanda-tanda.

"Kami berharap cepat terungkap saja. Kalau selama ini tidak ada firasat," kata Amriadi.

Ia mengaku, Dede selama ini tinggal dengan istrinya sekaligus tempat mertua di Pekon Tegal Binangun, Kecamatan Sumber Rejo.

Baca juga: UPDATE Mayat Wanita Hangus Terbakar di Tangerang, Dibunuh Mantan Pacar, Sakit Hati Lamaran Ditolak

Untuk aktivitas hariannya, Dede membuka konter ponsel Dede Cell di Gisting, dan mengajar di sekolah di Pekon Tegal Binangun, bersama istrinya.

Dan sebelum kejadian, yakni pada Minggu (6/7) malam pulang dari konter sekitar pukul 22.30 WIB, lalu rencananya mau menginap di rumah orang tuanya di Pekon Sukarame, Kecamatan Talang Padang.

Namun Dede tidak kunjung tiba di rumah orang tuanya, kemungkinan tidak jadi menginap. Sampai akhirnya ada kabar dari kepolisian bahwa ada mayat dan diduga Dede.

Amriadi mengaku, barang milik Dede yang hilang berupa sepeda motor, ponsel dan tas kecil, kemungkinan berisi uang dan kartu-kartu identitas.

"Barang konter tidak ada yang hilang, cuma barang yang dibawanya saja," ujar Amriadi.

Ia mengaku, perilaku Dede adalah pendiam, mengalah dan dari kecil tidak pernah berkelahi. Dulu dia pernah dibegal di Pesawaran dan semua barang diserahkan.

Baca juga: Janda Muda Dirudapaksa Lalu Dibunuh, 3 Pelaku Ditangkap, 1 di Antaranya Sempat Ikut Evakuasi Korban

"Kalau setahu kami tidak ada musuh, sebab orangnya ngalahan, tapi tidak tahu juga ini," ujar Amriadi.

Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara

Polisi akhirnya mengetahui identitas mayat pria yang ditemukan di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021) pagi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, pria tersebut teridentifikasi bernama Dede (32), warga Kebon Kelapa, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

"Dari hasil pemeriksaan Inafis, alhamdulillah berhasil diidentifikasi, korban bernama Dede, warga Kebon Kelapa, Talang Padang," kata Ramon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Ramon menjelaskan, Dede diketahui sebagai pemilik konter ponsel di wilayah Kecamatan Gisting, Tanggamus.

Ramon menjelaskan, hasil identifikasi korban sudah disesuaikan dengan keluarga korban dan hasilnya cocok.

Baca juga: 4 Tentara Bayaran Pembunuh Presiden Haiti Ditembak Mati Aparat, Darurat Nasional Diumumkan

"Kami juga memanggil keluarga korban untuk memastikan kebenaran. Sehingga didapatkan identitas lengkapnya," ujar Ramon.

Mayat yang ditemukan di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus dibawa ke RS Bhayangkara Bandar Lampung.

Menurut Kapolsek Pugung Inspektur Dua Okta Devi, mayat dibawa ke sana untuk proses identifikasi dan penyelidikan.

"Korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi," kata Okta, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Senin (12/7/2021).

Ia menjelaskan, sampai saat ini belum diketahui siapa sosok mayat tersebut.

Sebab, tidak ada identitas yang ditemukan pada jasadnya.

Kepolisian perlu mengetahui dulu identitas mayat tersebut untuk mengembangkan penyelidikan, selanjutnya mengungkap kasus ini.

Sebab, pria tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Hal itu merujuk penemuan luka-luka pada tubuhnya. Selain itu, kondisi saat ditemukan terbungkus plastik dan terikat.

Tubuh Terlipat

Mayat pria tanpa identitas yang terbungkus plastik ditemukan di dalam lubang penampungan air Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021).

Lokasinya sekitar 70 meter dari permukiman warga.

Kapolsek Pugung Insepktur Dua Okta Devi mengatakan, lubang tersebut berukuran 1x1 meter persegi dan kedalaman 50 cm.

Mayat itu ditemukan pertama kali oleh Sutejo (65), penggarap kebun karet.

Ia saat itu berencana mengambil air untuk menyiram tanaman cabai.

Ketika itulah ia melihat ada bungkusan plastik ikan mengapung di dalam lubang.

Karena curiga, Sutejo memanggil Eeng (40), Kadus Dusun Jarak, Pekon Tiuh Memon.

Ternyata di dalam plastik tersebut terdapat jasad manusia. Okta menambahkan, di sekitar lokasi ditemukan tetesan darah.

Kuat dugaan, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Kondisi mayat saat ditemukan terlipat seperti janin dalam kandungan atau fetus.

Tubuh mayat itu terbalut plastik transparan dua lapis dan terikat.

Diduga Korban Pembunuhan

Pria yang ditemukan tak bernyawa dengan terbungkus plastik ikan di Tanggamus, Lampung diduga menjadi korban pembunuhan.

Pasalnya, ada 19 luka pada mayat yang ditemukan di kebun Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Lampung, Senin (12/7/2021).

Menurut Kapolsek Pugung Inspektur Dua Okta Devi, berdasarkan pemeriksaan, pada tubuh korban ditemukan 19 luka, mulai dari luka tusukan, bacokan, sobek, dan lecet.

"Pada dada korban, ada satu luka bacok, lalu di kening sebelah kiri. Luka lecet di bahu sebelah kiri, luka sobek di tangan sebelah kiri," kata Okta, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Namun, belum diketahui identitas jasad pria yang terbungkus plastik itu.

Pasalnya, tidak ditemukan identitas pada mayat tersebut.

Pria tersebut memiliki ciri bertubuh sedang, berkulit putih, jenggot sedikit, kumis tipis dan berjambang, dan rambut pendek.

"Dilihat dari luka-luka korban, diduga merupakan korban pembunuhan," kata Okta.

Terbungkus Plastik

Warga Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Lampung digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria, Senin (12/7/2021) pagi.

Yang mengejutkan, jasad tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik di tempat penampungan air di ladang Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung.

Plastik tersebut biasa digunakan sebagai wadah ikan.

Menurut Kapolsek Pugung Inspektur Dua Okta Devi, pihaknya mendapatkan informasi masyarakat adanya penemuan mayat sekitar pukul 08.00 WIB.

"Setelah diperiksa, diketahui mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berumur 30 tahun," kata Okta, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Mayat pertama kali ditemukan warga bernama Sutejo (65), seorang penggarap kebun karet milik Bidin.

Saat itu dia akan menyiram tanaman cabai di sekitaran kebun.

Ketika akan mengambil air di penampungan, ia melihat sebuah bungkusan plastik yang mengapung.

Karena curiga, ia memanggil Eeng (40), Kadus Dusun Jarak Pekon Tiuh Memon, untuk memeriksa.

"Berdasarkan kecurigaan bahwa plastik ikan tersebut berisi mayat manusia, maka saksi Eeng menghubungi Polsek Pugung," jelas Okta.

( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Duka Istri Hamil 8 Bulan, Suami Tewas Terikat dan Terbungkus Plastik Diduga Dibunuh

Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved