Minggu, 31 Agustus 2025

Gara-gara Warisan, Seorang Kakak Tewas Dianiaya Adik Kandung, Belakang Kepala Korban Dihantam

Seorang kakak tewas dianiaya adik kandungnya sendiri. Penganiayaan terjadi setelah pelaku dan korban terlibat cekcok soal warisan.

Editor: Miftah
kantipurnetwork.com
Ilustrasi Pembunuhan- Seorang kakak tewas dianiaya adik kandungnya sendiri. Penganiayaan terjadi setelah pelaku dan korban terlibat cekcok soal warisan. 

TRIBUNNEWS.COM – Seorang kakak tewas dianiaya adik kandungnya sendiri.

Penganiayaan terjadi setelah pelaku dan korban terlibat cekcok soal warisan.

Pelaku memukul belakang kepala korban menggunakan anak lesung.

Kasus penganiyaan hingga menyebabkan korban tewas terjadi di Banjar Dinas Belimbing, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali.

Ironisnya, kasus ini melibatkan dua bersaudara, kakak dan adik, yang tinggal dalam satu pekarangan rumah.

Dalam kasus ini, Ketut Kerti (75) tewas setelah dianiaya adik kandungnya, Wayan Tis, Selasa 13 Juli 2021 pagi.

Pria tua tersebut tewas akibat bagian kepala belakangnya dihantam menggunakan anak lesung (lu) oleh adiknya yang juga sudah lingsir.

Usut punya usut, motif kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas ini adalah soal warisan.

Baca juga: KRONOLOGI Pendukung Calon Kepala Desa Berkelahi Pakai Senjata Tajam, 1 Orang Tewas Kena Tusuk

Baca juga: POPULER Regional: Maling Tanpa Busana Dikerjai Emak-emak | Fakta Mahasiswi Tewas Membusuk di Kos

Baca juga: KRONOLOGI Pemuda di Bekasi Tewas Dirampok, 2 Kotak Amal dan 1 HP Raib Digondol Pelaku

Polisi saat melakukan olah TKP di kediaman korban Ketut Kerti (75)
Polisi saat melakukan olah TKP di kediaman korban Ketut Kerti (75) Banjar Dinas Belimbing, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali yang tewas dianiaya adik kandungnya sendiri, Selasa 13 Juli 2021

Menurut Kapolsek Tejakula, AKP Ida Bagus Astawa, Rabu 14 Juli 2021, hubungan tersangka dan korban memang tidak terjalin harmonis sejak lama.

Kedua kakak dan adik ini tinggal dalam satu rumah, dan sering cekcok karena masalah pembagian warisan.

"Perselisihan terjadi terus menerus, sampai saling tantang," terang AKP Astawa kepada awak media.

Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia ini terjadi di kediaman milik korban, sekitar pukul 06.00 Wita.

Baca juga: Kapal Terhempas Ombak di Perairan Jayanti, Satu Warga Cirebon Tewas dan Seorang Lagi Hilang

Baca juga: Dituduh Curi Jagung, Pria 41 Tahun Tewas Dibunuh Tetangga, Jasadnya Ditimbun Pelaku Pakai Bebatuan

Baca juga: Tukang Pijat Penyuka Sesama Jenis Bunuh Pelanggannya Karena Tak Jujur Positif Covid-19

Kala itu, korban dan pelaku sedang berada di dapur. Kemudian terjadi adu mulut. 

Pelaku lalu menghantam bagian kepala korban sebanyak tiga kali, dengan menggunakan anak lesung sepanjang 60 centimeter. 

Akibatnya, korban pun langsung tersungkur bersimbah darah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan