Breaking News:

Kelompok Bersenjata di Papua

Dampak Serangan KKB Papua di Puncak, Bupati Wandik: Situasi Tak Kondusif, Semua Dimulai dari Nol

Bupati Puncak, Willem Wandik, mengatakan wilayah pimpinannya saat ini sedang dalam situasi tak kondusif karena KKB Papua.

Puspen TNI/Puspen TNI
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah dan kali ini menembak seorang warga sipil, Ramli (32 th) di Kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (8/2/2021). (TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI) 

Mengutip Tribun-Papua.com, ia mencontohkan kerugian akibat serangan KKB Papua.

Sebuah ekskavator yang dibakar, bernilai Rp6 miliar di Distrik Ilaga, Puncak.

“Ekskavator yang dibakar KKB harganya Rp1,8 M, itu di Jayapura."

"Sementara sampai di Ilaga Puncak, Rp6 M,” bebernya.

Diketahui, Kabupaten Puncak merupakan daerah dengan perekonomian termahal di Indonesia.

Dua rumah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, yang tengah terbakar. Kejadian tersebut dilakukan KKB yang telah berada di lokasi tersebut sejak 8 April 2021, Papua, Selasa (13/4/2021).
Dua rumah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, yang tengah terbakar. Kejadian tersebut dilakukan KKB yang telah berada di lokasi tersebut sejak 8 April 2021, Papua, Selasa (13/4/2021). (Dok Humas Polda Papua)

Baca juga: Berhasil Batasi Aktivitas KKB Papua, Ketua PBNU Apresiasi Pemerintah

Baca juga: Pengakuan Mantan Anggota KKB Papua: Capek, Susah Cari Makan, hingga Tak Pernah Bisa ke Kota

Atas dampak yang ditimbulkan oleh KKB Papua, Wandik berharap agar wilayahnya bisa menghadapi masalah saat ini.

Ia meminta dukungan dan doa pada semua pihak agar kondisi di Puncak menjadi aman.

"Kita bisa keluar dari ketertinggalan, keterisolasian, kemahalan, jika kondisi di Puncak aman dan kondusif."

"Ini yang saya minta untuk semua yang berkepentingan di Puncak," tandasnya.

Sejak 2019 hingga saat ini, kondisi di Puncak tidak kondusif karena KKB Papua.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved