Breaking News:

Polisi Bongkar Makam Pemuda yang Diduga Jadi Korban Pesugihan di Gowa

Makam DS dibongkar untuk diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian DS kakak dari AP korban pesugihan dapat terungkap

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID ZULFADLI SALEH WAHAB
Suasana Rumah bocah berinisial AP (6) korban kekerasan oleh orangtua, kakek dan pamannya, digaris polisi di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa Senin (20/9/2021). 

Rumah bocah berinisial AP (6) korban pesugihan di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Kabupaten Gowa saat ini dipasangi garis polisi.

Pantaun TribunGowa.com, di rumah korban, Senin (20/9/2021), tampak diberi garis polisi.

Garis polisi terpasang mulai dari depan hingga pintu rumah itu.

Baca juga: Fakta-fakta Tewasnya Ali Kalora, Posisi Jenazah hingga Penjelasan Kapolda Sulteng

Terlihat, rumah tersebut sepi.

Hanya ada mobil kijang terparkir di garasi depan.

Ada pula kursi berwarna merah tampak di depan rumah AP.

Garis polisi itu menandakan agar selain pihak berwajib atau kepolisian dilarang masuk ke rumah tersebut.

Sejauh ini, penyidik Polres Gowa telah menetapkan empat orang tersangka.

Mereka yakni bapak, ibu, kakek dan paman korban sendiri.

Tersangka paman dan kakek korban saat ini diamankan di Mapolres Gowa.

Sedangkan bapak dan ibu korban masih menjalani observasi di Rumah Sakit Dadi Makassar.

AP diketahui, menjadi korban kekerasan oleh kedua orangtua, kakek dan pamannya sendiri.

Ibu korban tega hendak mencongkel mata anaknya sendiri.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Rumah Korban Pesugihan di Gowa Dipasangi Garis Polisi

Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved