Sabtu, 30 Agustus 2025

Berita Viral

VIRAL Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver, Dokter Anak: Jangan Libatkan Anak Dengan Hal Membahayakan

Dokter Spesialis Anak, RS Kasih Ibu Solo, dr MN Ardi Santoso SpA turut menanggapi viralnya seorang bayi berusia 10 bulan yang menjadi manusia silver.

Instagram @tangsel_update
Foto seorang bayi diwarnai tubuhnya hingga menyerupai manusia silver viral di media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter Spesialis Anak, RS Kasih Ibu Solo, dr MN Ardi Santoso SpA turut menanggapi viralnya seorang bayi berusia 10 bulan yang dijadikan sebagai manusia silver di Pamulang, Tangerang Selatan.

Dokter Ardi mengaku prihatin dengan kondisi bayi tersebut.

Pasalnya bayi yang masih berusia 10 bulan ini harus di cat menggunakan bahan yang membahayakan untuk bayi, serta dijadikan objek untuk meminta uang.

"Sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Karena bayi dicat dengan bahan yang bisa membahayakan. Dan dijadikan objek untuk meminta-minta uang," kata Dokter Ardi kepada Tribunnews.com, Senin (27/9/2021)

Baca juga: PROFIL Irjen Ahmad Luthfi, Kapolda Jateng yang Beri Bantuan untuk Pensiunan Polisi si Manusia Silver

Menurut Dokter Ardi, kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga bahan cat silver yang digunakan akan berisikp terjadi dermatitis kontak atau infeksi kulit.

Selain itu bayi yang dicat silver ini juga bisa mengalami kerusakan kulit.

"Kulit bayi itu sangat sensitif, bahan yang digunakan untuk membuat bayi menjadi silver itu berisiko terjadinya dermatitis kontak. Atau infeksi terhadap kulit bayi, bisa rusak kulit bayinya," terang Dokter Ardi.

Untuk itu Dokter Ardi menganjurkan agar si bayi dibawa ke dokter agar bisa diperiksa dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Dokter Ardi menyadari kondisi sekarang yang memang sedang sulit, tapi ia meminta agar orang tua tidak melibatkan anak dengan hal-hal yang membahayakan.

Selain itu, Dokter Ardi juga mengajak para orang tua untuk bisa memenuhi hak anak agar bisa hidup sehat dan aman.

Agar nantinya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Hidup memang sedang susah, tapi tolong jangan libatkan anak dengan hal-hal yang membahayakan anak. Mari kita penuhi hak-hak anak untuk bisa hidup sehar dan aman supaya tumbuh kembangnya menjadi optimal," pungkasnya.

Baca juga: VIRAL Pensiunan Polisi Terciduk Razia saat Mengemis jadi Manusia Silver, Ini Kisah di Baliknya

Baca juga: VIRAL Bayi 10 Bulan di Tangerang Selatan Dijadikan Manusia Silver, KPAI: Anak Harusnya Dilindungi

Tanggapan KPAI

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati angkat bicara soal viralnya seorang bayi yang dijadikan manusia silver di Tangerang Selatan, Banten.

Diketahui terdapat video viral yang memperlihatkan seorang bayi diduga berusia 10 bulan diberi cat berwarna silver di sekujur tubuhnya.

Bayi 10 bulan ini diajak seorang wanita untuk meminta-minta di sekitar SPBU Pamulang.

Mirisnya, perempuan yang membawa bayi 10 bulan ini bukanlah ibu kandungnya dan menjadikan bayi ini sebagai alat untuk meminta belas kasihan warga.

Baca juga: Manusia Silver yang Ditangkap Satpol PP di Semarang Ternyata Purnawirawan Polisi, Berikut Sosoknya

Baca juga: Viral Bayi Dijadikan Manusia Silver untuk Mencari Uang di Pamulang

Menanggapi hal tersebut, Rita merasa prihatin dengan adanya bayi yang ikut dipekerjakan sebagai manusia silver.

Selain itu Rita juga mengakui pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh keluarga di Indonesia.

Baik dampak secara ekonomi, maupun dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, alasan perempuan yang menjadikan bayi usia 10 bukan sebagai manusia silver ini tidak bisa dibenarkan.

"Tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama, karena sejatinya pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh keluarga."

"Baik secara ekonomi, kemudian juga kesejahteraan. Sehingga apa yang dilakukan ibu ini memang tidak bisa dibenarkan," kata Rita dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (27/9/2021).

Rita menegaskan, seorang anak seharusnya dijaga dan dilindungi oleh orang tua, apalagi jika masih kecil.

Pasalnya seorang anak pasti membutuhkan situasi yang nyaman, bukan malah dibawa ikut ke jalanan.

Baca juga: Heboh Bayi Dicat Jadi Manusia Silver, Begini Tanggapan Satpol PP Tangerang Selatan

Baca juga: Manusia Silver yang Ditangkap Satpol PP di Semarang Ternyata Purnawirawan Polisi, Berikut Sosoknya

"Karena situasi anak kah seharusnya dijaga, dilindungi, apalagi kalau masih kecil. Dia butuh situasi yang nyaman, tidak dibawa ke jalanan," tegas Rita.

Rita pun berharap pemerintah bisa memberikan upaya penyelesaian untuk masalah ini.

"Tetapi ibu ini mungkin ada situasi-situasi yang tidak mudah. Sehingga kita ada upaya penyelesaian yang baik. Membantu ibu ini agar dapat terus mendampingi anaknya dan juga dalam kehidupan sehari-hari dapat didukung," pungkasnya.

Bayi Dijadikan Manusia Silver untuk Mencari Uang di Pamulang

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Sebuah foto viral di media sosial memperlihatkan seorang perempuan manusia silver menggendong balitanya di kawasan SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan.

Yang memilukan, bayi laki-laki berusia 10 bulan itu juga dicat silver atau dijadikan manusia silver, seluruh wajah sang bayi dan bajunya dicat silver.

Terkait foto yang viral di media sosial itu, diduga hal itu dilakukan demi meraih simpati dari para pengguna jalan agar dapat menyisihkan rezekinya.

Dalam foto yang diunggah akun Instagram @Tangsel_Update itu, sang perempuan manusia silver menggendong seorang balita yang turut dicat silver di wajah, lengan, hingga kaki.

"Manusia Silver di Tangerang Selatan membawa anak balitanya untuk meminta belas kasihan para pengguna jalan di sekitar SPBU Parakan Pamulang, Jumat (24/09) sekitar pukul 20:50 Wib."

"Perlu perhatian serius dari berbagai pihak agar tidak ada lagi balita atau anak yang menjadi korban ekploitasi oleh orang tua maupun orang terdekat. Karena semakin hari semakin memprihatinkan, dengan alasan ekonomi namun abai terhadap hak anak," tulis akun @Tangsel_Update.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Rizki Amana)

Baca berita lain terkait Berita Viral lainnya.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan