Bukit di Godean-Seyegan Ternyata Puluhan Juta Tahun, Merupakan Gunung Api Purba
Perbukitan di Goden dan Seyegan mengalami pelapukan sangat lanjut menjadi tanah lempung dan saat ini sebagian tertutup vegetasi lebat
Secara umum dari hasil riset Sutikno Bronto dkk, batuan beku terobosan itu berwarna segar abu-abu sampai abu abu kehijauan terkloritkan, bertekstur porfiri dan berstruktur pejal.
Fenokris terdiri atas plagioklas berukuran 1 – 5 mm, kelimpahan 20 – 30 % dan piroksen berukuran 0,5 – 1 mm, kelimpahan 5 – 10 %.
Kedua fenokris itu tertanam di dalam massa dasar afanit.
Andesit porfiri dan diorit mikro dengan massa dasar afanit tersebut, yang membentuk bukit-bukit terpisah.
Mulai dari Gunung Ngampon di sebelah utara dekat Selokan Mataram, sampai Gunung Berjo di bagian selatan, diyakini sebagai tubuh-tubuh batuan beku terobosan dangkal.
Batuan tersebut merupakan hasil pembekuan magma di bawah gunung api pada masa lalu, atau lebih dikenal sebagai batuan semi gunung api (subvolcanic intrusive rocks, Sutikno Bronto, 2013).
Di bagian barat perbukitan Godean, batuan terobosan andesit porfiri (diorit mikro) tersingkap di Gunung So (+ 173 m), Dusun Celungan, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan pada koordinat 07°44' 15,1” LS - 110°15'58,7” BT.
Singkapan batuan itu berupa inti pelapukan berstruktur kulit bawang, berbentuk membulat, berukuran 1 – 3 m.
Baca juga: Jokpro Makin Optimis Beri Dukungan Setelah Jokowi dan Prabowo Bersama-sama Resmikan Tugu Api
Andesit porfiri segar berwarna abu-abu terang, bertekstur, berstruktur masif (pejal). Fenokris terdiri atas plagioklas (30 %), piroksen (10 %) dan hornblenda (1 %), berukuran 1 - 3 mm, tertanam di dalam massadasar afanit.
Di dalam tubuh terobosan andesit porfiri ini ditemukan xenolit gelas gunung api dan fragmen andesit (5 %).
Sebagian batuan terobosan sudah mengalami silisifikasi, kaolinitisasi dan limonitisasi, serta terbentuk urat-urat kuarsa.
Batuan gunung api terdiri atas breksi pumis dan tuf, yang diyakini sebagai batuan piroklastika, tersingkap di beberapa tempat.
Di bagian barat batuan piroklastika ini tersingkap di dua tempat di dekat Gunung So, yakni di Dusun Jering, Desa Sidorejo, Kecamatan Godean, koordinat 07°44'38,0” LS - 110°16'20,9” BT dan di Dusun Celungan, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, koordinat 07° 44' 45,4“ LS - 110° 16' 09,6“ BT.
Di bagian timur batuan piroklastika itu juga tersingkap di Dusun Pendekan dan utara Dusun Kandangan, serta di kaki Gunung Gedang, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.
Gunung Gedang saat ini sudah dikepras lereng dan puncaknya.
Baca juga: Kronologi Anggota DPRD Sleman Jatuh saat Kirab Budaya, Sapi yang Ditunggangi Tiba-tiba Mengamuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gunungapipurba1.jpg)