Atap Gedung SMPN 1 Cibeber Lebak Ambruk, Ini Penjelasan BPBD
Insiden itu diduga diakibatkan karena atap gedung sekolah itu sudah tua. Sebelum ambruk, terjadi hujan intensitas tinggi di Kabupaten Lebak.
“Begitu juga dengan aktivitas kegiatan SLCN yang ternyata memiliki dampak cukup baik terhadap perubahan pola pikir nelayan. Nelayan yang sudah mengaplikasikan 'update' informasi cuaca maritim secara rutin dapat terhindar dari kecelakaan akibat angin kencang dan hujan badai siklon tropis Seroja,” kata dia.
Baca juga: Detik-detik Rumah Warga Ciomas Ambruk Diterjang Angin Kencang, Beruntung Pemiliknya Selamat
Untuk itu, ia mengajak para pemangku kepentingan memberi dukungan pengembangan SLI/SLCN di wilayahnya. Hal ini akan mencerminkan bahwa pendampingan terhadap petani dan nelayan akan menjadi aksi kolektif-kolaboratif berbasis kemitraan yang setara yaitu kemitraan pemerintah-publik-swasta dengan semangat gotong royong.
BMKG juga membentuk “Brigade La Nina” bersama Kementerian Pertanian dan jaringan alumni SLI yang ada di seluruh Indonesia.
Harapannya, seluruh pembaruan perkembangan cuaca dan iklim maupun peringatan dini dapat langsung tersebar dan diterima masyarakat guna meminimalisasi dampak kerugian yang dapat ditimbulkan. (Penulis: mildaniati)
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Ini Dugaan Sementara Penyebab Ambruknya Atap Gedung SMPN 1 Cibeber Kabupaten Lebak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/atap-gedung-smpn-1-cibeber-di-kampung-pasir-laban-desa-cikotok-kabupaten-lebak.jpg)