Sakit Hati Tak Kunjung Dapat Warisan, Anak di Riau Bakar Rumah Orangtuanya, Pelaku Positif Sabu
- Kasus seorang anak nekat membakar rumah orangtuanya terjadi di Kabupaten Kampar, Riau. Diketahui yang menjadi pelakunya adalah pria 33 tahun berinis
Editor:
Endra Kurniawan
"Orangtuanya takut, warga takut, RT-nya takut. Marah-marah terus. Pelaku ini sudah sangat meresahkan," kata Mardani.
Menurut Mardani, orangtuanya pernah membawa IJ ke psikolog di rumah sakit jiwa.
Setelah diperiksa, hasilnya menyatakan IJ tidak mengalami gangguan jiwa.
Lagi-lagi IJ marah. Ia tersinggung seakan-akan dituduh sakit jiwa.

Puncak kemarahan IJ di hari pembakaran itu. Ia kesal tak kunjung mendapatkan harta warisan.
Mardani menjelaskan, IJ terus mendesak agar tanah dan rumah dijual. Lalu ia meminta hasil penjualan.
Oleh karena tak ada alasan untuk menolak, orangtuanya terpaksa berjanji akan menjual tanah dan rumah tersebut yang disebut sebagai warisan.
Mirisnya, IJ menuntut tanah dan rumah papan yang ditempati orangtuanya itu untuk dijual.
Baca juga: Detik-detik Pria di Langkat Disiram Seember Bensin Lalu Dibakar Sekelompok Orang Hingga Tewas
Mardani mengatakan, rumah tersebut tak kunjung dijual.
Kemarahan IJ kian memuncak karena tidak diberi uang oleh kakaknya.
Sehingga nekat membakar rumah papan itu.
Saat diinterogasi, kata Mardani, IJ mengakui semua perbuatannya.
"Pelaku melakukan pembakaran rumah tersebut karena sakit hati kepada kakaknya saat minta uang, tidak diberi."
"Selain itu dia dijanjikan akan diberi uang hasil penjualan rumah, akan tetapi rumah warisan tersebut tidak kunjung dijual oleh kakaknya", ujar Mardani.
Lanjut Mardani, usai mendapat informasi pembakaran tersebut, dirinya langsung memerintahkan Kepala Unit Reserse Kriminal, IPDA. Melvin Sinaga.
Baca juga: Seorang Wanita Meninggal Dunia dalam Peristiwa Kebakaran di Bukit Duri Jakarta Selatan