Senin, 8 Juni 2026

30 Peti Tomat Dibuang di Pinggir Jalan di Lampung, Pemerintah Prihatin

Diketahui, aksi itu dilakukan oleh seorang pengepul sayuran bernama Marwan.

Tayang:
Editor: Erik S
Kolase Tribunnews.com: Tribunlampung.co.id/Nanda Yustizar Ramdani dan Facebook/LiLik Stiyawan
Tangkap layar video viral 1,5 ton tomat dibuang di Lampung Barat. 

Selain itu, ada pula persyaratan lainnya yang mesti dipenuhi.

Baca juga: VIRAL Pedagang di Lampung Barat Buang 1.500 Kilogram Tomat, Ini Fakta-Faktanya

"Misalnya, berapa tingkat residu yang ada di tanaman kita apakah sudah memenuhi standar dari perusahaan atau belum," kata Nata.

Maka dari itu, sebelum membentuk jalinan kerja sama dengan suatu perusahaan, pihaknya ingin membahas dan memelajari lebih lanjut mengenai konsep kerja sama yang akan diusung.

"Maka dari itu kita sedang mencoba untuk menjajaki dan kita bahas perihal persyaratan itu," terangnya.

"Bahkan kalau perlu saya bawa petani saya. Kan mereka itu sebagai pelakunya," sambung Nata.

Nata meneruskan, agar para petani mengetahui, hasil panen tomat mereka masuk atau tidak dalam standar perusahaan.

Sebenarnya, berkenaan dengan anjloknya harga tomat, Dinas TPH Lampung Barat bukanlah instansi yang membidanginya.

"Fungsi dari Dinas TPH Lampung Barat sendiri bagaimana caranya agar petani bisa memproduksi hasil pertaniannya dengan baik. Soal penjualan atau pemasaran, itu tugas dinas lain," jelas Nata.

"Tapi kalau dalam bidang pertanian tidak ada hasil, itu baru murni kesalahan kami selaku jajaran Dinas TPH Lampung Barat," sambungnya.

Dari kasus tersebut, ia berharap, jangan hanya mengandalkan pemerintah dalam mencari solusi.

Akan tetapi, harus ada sinergi dari berbaga pihak untuk menemukan solusinya.

"Saya berharap, petani kita bisa menjadi peneliti dan pengusaha di kebunnya sendiri," harap Nata.

"Artinya, untuk menanam dan proses produksi lainnya, petani harus memperhatikan hal-hal yang mungkin akan merugikan dirinya," tambah dia.

Ia menjadikan kasus viralnya tomat yang dibuang di pinggir jalan dan dipunguti sejumlah ibu-ibu.

"Seperti misalnya, tanaman ini daya serap pasar ini berapa sih. Kalau semua menanam tomat, ketika harga mahal pasti bakal membludak hasil panennya," ungkap dia.

"Harusnya mereka sudah bisa mengevaluasi bagaimana baiknya," pungkas Nata.

( Penulis: Nanda Yustizar Ramdani)

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Viral Petani di Lampung Barat Buang 1,5 Ton Tomat, Begini Kata Dinas TPH

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved