Seorang Suami di NTT Aniaya Istrinya Hingga Tewas di Ladang, Jasadnya Kemudian Dibakar

Nau kemudian membakar jasad istrinya. Peristiwa itu terjadi di kebun mereka

Editor: Erik S
NST
ilustrasi Imanuel Nau (63), warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memukul Yosina Selan (60) menggunakan kayu hingga tewas. 

TRIBUNNEWS.COM, SOE – Imanuel Nau (63), warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memukul Yosina Selan (60) menggunakan kayu hingga tewas.

Nau kemudian membakar jasad istrinya. Peristiwa itu terjadi di kebun mereka, Desa Bena, Minggu 17 April 2022.

Kasus ini terungkap setelah Imanuel Nau menyerahkan diri ke Polsek Amanuban Selatan Polres TTS, Sabtu 30 April.

Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIK melalui Paur Humas Aipda Jony Missa menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulisnya yang diterima POS-KUPANG.COM, melalui pesan WhatsApp, Senin 2 Mei.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Tewas Dikeroyok, Sempat Menyelamatkan Diri dengan Kondisi Berlumur Darah

Aipda Jony mengutip penjelasan Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Helmi Wildan, SH dan Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Markus Tameno.

Ia menjelaskan bahwa sebelum kejadian penganiayaan, terjadi pertengkaran antara Imanuel dan Yohana pada Sabtu 16 April malam. Imanuel memutuskan pergi ke rumah kebun.

Pada Minggu 17 April sekitar pukul 06.00 Wita, Yosina dan putra mereka ON (13) memberi makan ternak sapi yang jarak dekat dengan kebun. Kemudian, Yosina ke kebun menemui suaminya. Keduanya kembali cekcok.

Imanuel tak bisa mengontrol emosinya. Dia mengambil sebatang kayu yang tersimpan di depan pintu masuk rumah kebun.

Selanjutnya menghajar istrinya sebanyak 3 kali, mengenai kepala bagian belakang. Yosina menghembuskan napas terakhir di bawah pohon lontar.

Imanuel mengambil daun lontar dan kayu kering menutup tubuh korban. Sejurus kemudian, pelaku membakar tubuh korban hingga pukul 10.00 Wita. Sekitar 80 persen tubuh korban hangus terbakar.

Selanjutnya jasad sang istri dipindahkan ke pohon kabesak, berjarak 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama, masih dalam kompleks kebun.

Baca juga: Bawa 32 Penumpang, Bus Rombongan Keluarga Minang Terbalik di Padang, Dua Balita Tewas

Pada Minggu malam, Iamanuel memindahkan jasad korban dari pohon kabesak keluar pagar kebun. Kemudian dipindahkan lagi ke pohon manga, sekitar 25 meter.

Berselang tiga hari, tepatnya pada tanggal 20 April 2022, pelaku mengecek jasad korban terdiri dari tulang pinggul dan tulang paha yang disimpan di bawah pohon manga.

Selanjutnya, Imanuel membuang jasad Yosina ke dalam sumur kering dengan kedalaman 24 Cm. Jasad korban ditutup dengan pelepah lontar.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved