Penyakit Mulut dan Kuku

Wabah PMK, Pembeli Sapi di Lumajang Jawa Timur Mulai Sepi

Jual beli sapi di Pasar Patok Lumajang, Jawa Timur sepi menyusuk adanya wabah penyakit mulut dan kuku

Editor: Erik S
istimewa
Ilustrasi sapi Transaksi jual beli sapi di Pasar Patok Lumajang, Jawa Timur sepi menyusuk adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). 

TRIBUNNEWS.COM, LUMAJANG - Transaksi jual beli sapi di Pasar Patok Lumajang, Jawa Timur sepi menyusuk adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pantauan di lokasi, aktivasi Pasar Patok siang kemarin mulai ramai sejak pukul 13.00 WIB. Pedagang banyak yang kaget karena beberapa jajaran Forkopimda dan petugas dokter hewan mendatangi pasar.

Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan sapi-sapi secara teliti. Tampak juga petugas menyemprot disenfektan ke sudut-sudut pasar. Hal itu dilakukan untuk memutus rantai penularan PMK.

Darsuni Pengawas Pasar Patok Lumajang mengatakan, Pasar Patok merupakan tempat jujukan masyarakat yang berkecimpung dalam bidang bisnis sapi.

Baca juga: Wabah PMK Terdeteksi di Lombok Timur, Sebanyak 43 Sapi Terkonfirmasi Positif

Setiap hari pasaran pasar ini selalu ramai didatangi pembeli dari luar kota-kota besar. Namun, wabah PMK yang saat ini sudah menyebar luas membuat mereka ketar-ketir membeli sapi.

Menurutnya, meski pasar terlihat ramai namun sebenarnya sepi pembeli.

"Pasarnya sekarang cuma ramai pedagang. Pembeli dari luar kota sepertinya mulai takut datang, mungkin mereka juga khawatir kalau beli sapi dari sini akan kena penyekatan di daerahnya," kata Darsuni.

Baca juga: Peternak Sapi di Bima Terancam Rugi Miliaran Rupiah Akibat Dampak Wabah PMK

Menurut Darsuni, merosotnya pembeli itu terlihat dari karcis retribusi yang biasanya disertakan dalam transaksi jual beli sapi.

Sebelum PMK mewabah, satu hari pasaran sapi yang terjual bisa mencapai 200 ekor lebih. Hari ini, karcis retribusi yang keluar berkurang hampir 50 persen.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar mengatakan, penularan PMK sudah sangat darurat. Jumlah sapi yang terpapar sudah mencapai 420.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved