Komisi VII DPR Soroti Penampungan BBM Ilegal Milik Oknum Polisi yang Terbakar di Palembang

Yulian Ganhar mengatakan ternyata penampungan BBM ilegal itu milik oknum polisi di  Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Editor: Hasanudin Aco
Istimewa
Anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI,  Yulian Gunhar, menyoroti terjadinya kebakaran penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) BBM ilegal di Jalan Mayjen Satibi Darwis, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumsel, pada Kamis (22/9/2022)

Yulian Ganhar mengatakan ternyata penampungan BBM ilegal itu milik oknum polisi di  Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

"Kami menduga oknum aparat kepolisian ikut bermain dalam jejaring mafia minyak ilegal. Wajar saja jika selama ini Polda Sumsel terkesan membiarkan praktik penambangan dan penampungan BBM ilegal yang makin marak," kata Yulian Gunhar dalam keterangannya, Jumat (23/9/2022).

Gunhar mengatakan oknum polisi Jatanras Polda Sumsel yang terbukti melakukan praktik penimbunan BBM ilegal itu bisa menjadi pintu masuk membongkar jaringan mafia BBM ilegal.

 Gudang minyak ilegal di Keramasan, Palembang meledak, Kamis (22/9/2022)
Gudang minyak ilegal di Keramasan, Palembang meledak, Kamis (22/9/2022) ()

Gunhar meminta Propam Mabes Polri turun tangan segera menindak oknum-oknum aparat kepolisian nakal yang selama ini bermain dalam pusaran BBM Ilegal di beberapa wilayah Sumsel lainnya.

"Jangan sampai citra kepolisian di mata masyarakat akan semakin buruk, akibat ulah oknum-oknum aparat yang terlibat dalam jaringan dan pusaran BBM ilegal, yang marak di Sumsel," katanya.

Baca juga: Harga BBM Naik, Survei Charta Politika Sebut Kepuasan Publik terhadap Jokowi di Angka 63,5 %

Legislator PDI perjuangan itu pun menyesalkan pembiaran Kepolisian Daerah Sumsel selama ini terhadap praktik penambangan dan penimbunan BBM ilegal.

Apalagi adanya oknum aparat kepolisian yang ikut bermain.

Padahal menurutnya aparat seharusnya bisa menegakkan hukum dan  melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM, bukan malah menjadi pelindung dan pelaku penimbunan BBM ilegal.

"Terungkapnya oknum aparat sebagai penimbun BBM ilegal itu, ibarat puncak gunung es yang harus disikapi oleh Kapolri untuk memberantas praktik mafia migas yang dilakukan oknum aparat, di banyak wilayah Sumsel," pungkasnya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved