Minggu, 31 Agustus 2025

Kronologi Pria Bunuh Kakek 77 Tahun yang 2 Pekan Mengobatinya, Berawal dari Informasi Dukun

Pria di Gorontalo bunuh kakek 77 tahun di kebun, Kamis (29/9/2022). Pelaku marah saat mendapat informasi dari dukun bahwa ia kena santet.

Editor: Arif Fajar Nasucha
Kompas.com
Ilustrasi - Pria di Gorontalo bunuh kakek 77 tahun di kebun, Kamis (29/9/2022). Pelaku marah saat mendapat informasi dari dukun bahwa ia kena santet. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang kakek berinisial DT (77) ditemukan tewas bersimbah darah di kebun Desa Juriya, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (29/9/2022).

Penemuan jasad tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.

Dalam waktu dua hari, pelaku pembunuhan akhirnya diamankan polisi.

Pelakunya adalah pria berinisia DY, orang yang sempat diobati oleh korban.

DY nekat menghabisi nyawa korban karena mendapat informasi dari seorang dukun bahwa yang membuat ia sakit adalah DT.

Padahal, DT sudah dua pekan berusaha mengobati sakit kaki pelaku.

Baca juga: Kasus Ibu Bunuh Anak di Sragen: Korban Sering Mencuri, Pelaku Ajak Ketua RT Buang Jenazah ke Sungai

Namun, sakit tersebut tidak kunjung sembuh.

Karena itu, pelaku kemudian mencari dukun lain untuk berobat.

Dukun ini memberi informasi penyebab sakit kaki korban karena santet yang dikirim oleh seseorang.

Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Gorontalo, Wahyu Tri Cahyono, Senin (3/10/2022), dikutip dari TribunGorontalo.com.

"Berdasarkan informasi dari orang pintar (dukun) lain yang mengobati pelaku, bahwa penyebab sakit kaki korban adalah karena terkena santet," ujarnya.

Dukun itu juga memberikan ciri-ciri orang yang telah menyantet DY yakni berjalan pincang.

DY yang mendengar informasi tersebut langsung marah.

Sebab, ciri-ciri fisik yang digambarkan dukun itu merujuk pada korban yang selama ini mengobatinya.

"Kebetulan korban DT ini juga berjalan pincang," terangnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan