Jumat, 29 Agustus 2025

Anak 3 Tahun di Tanah Bumbu Tewas Dianiaya Ibunya karena Sering Menangis

Modus pembunuhan yang dilakukan S kepada anaknya adalah karena sang anak sering menangis dan ingin keluar rumah.

Picture Alliance/ ZB
Ilustrasi kekerasan pada anak - Modus pembunuhan yang dilakukan S kepada anaknya adalah karena sang anak sering menangis dan ingin keluar rumah. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang anak di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) tewas dianiaya ibunya sendiri, S (18).

Kasus penganiayaan ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Humas Polres Tanah bumbu, AKP Suryanto.

Suryanto mengatakan, modus pembunuhan yang dilakukan S kepada anaknya adalah karena sang anak sering menangis dan ingin keluar rumah.

Ia mengatakan jika pelaku emosi karena anaknya menangis terus menerus.

"Pelaku emosi dikarenakan korban ingin main keluar rumah dan menangis terus menerus," ujar AKP Saryanto seperti yang diwartakan Kompas.com.

Suryanto juga mengatakan jika pelaku menyembunyikan penganiayaan ini dari mantan suaminya.

Baca juga: Kepala Desa dan Anaknya di Sumedang Aniaya Warga Karena Utangnya Ditagih

Setelah melakukan penganiayaan, korban dibawa ke rumah sakit oleh pelaku.

Pelaku pun lantas menghubungi suaminya dan berdalih korban jatuh di selokan.

"Ayah korban menanyakan kepada mantan istrinya apa penyebab anaknya tersebut sampai seperti itu dan dijawab bahwa anaknya terjatuh di got," lanjut Suryanto.

Keesokan harinya, mantan suami pelaku pun menuju ke rumah sakit.

Namun, korban telah meninggal dunia.

Ayah korban pun melihat ada luka memar di bagian perut anaknya.

Ia juga merasa curiga dan menduga anaknya bukan jatuh dari selokan.

Terlebih, tetangga pelaku juga menyaksikan pengniayaan.

Ayah korban pun akhirnya melaporkan kejadian ini.

Akhirnya, pelaku ditangkap dan dikenakan Pasal 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga: Jenderal Dudung Berangkatkan 10 Truk Makanan Anak, Obat hingga Pakaian untuk Korban Gempa Cianjur

Ilustrasi kekerasan. Seorang dosen tega menikam mahasiswinya yang juga pacarnya lantaran lamarannya ditolak.
Ilustrasi kekerasan.  (pixabay.com)

Pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Kasus penganiayaan anak juga pernah terjadi beberapa pekan yang lalu.

Seorang anak di Surabaya, Jawa Timur meninggal karena dianiaya ibunya.

Penganiayaan hingga meninggal tersebut telah dikonfirmasi oleh AKP Arief Ryzki Wicakcana selaku Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Atas kematian AP (6) tersebut, pihak kepolisian mengamankan dua orang, yakni ibu anak tersebut, U (32), dan teman dari sang ibu, L (18).

Kasus penganiayaan hingga meninggal ini terungkap setelah sang ibu membawa anaknya ke RS Soewandhie, Surabaya, Senin (21/11/2022).

Ternyata, saat dibawa ke rumah sakit, anak tersebut sudah tak bernyawa.

Ibu yang membawa anaknya ke rumah sakit mengaku anaknya meninggal karena terjatuh dari kamar mandi.

Namun, dokter menemukan banyak luka dan segera menghubungi pihak kepolisian karena curiga.

"Namun dokter menemukan banyak luka di sekujur tubuhnya. Karena curiga, akhirnya dokter menghubungi kami," jelas Arief seperti yang dikutip dari Kompas.com.

(Tribunnews.com, Renald)(Kompas.com, Andi Muhammad Haswar/Achmad Faizal)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan