Ibu di Surabaya Bunuh Bayinya yang Baru Lahir 2 Hari
MDN diketahui telah memiliki tiga orang anak, dengan suaminya asal Jombang
Cara tesangka sembunyikan kehamilan
Suhartono mengungkapkan, tersangka selalu berdalih kepada sang suami bahwa kondisi perutnya yang membesar itu, karena terjadi pembekakan pascamenjalankan program Suntik KB selama tiga bulan dan mengonsumsi pil KB.
Bahkan, saat sang suami sempat melihat beberapa bekas bercak darah di dalam kamar mandi. Tersangka lantas berdalih bahwa dirinya sedang mengalami pendarahan normal sebagai haid, bulanan.
"Kalau kata tetangga mereka. Si suami dia warga Jombang yang memang kerap takut kepada istrinya (istri dominan)," terangnya.
Baca juga: Kisah Tragis Siswi SMA di Medan Tewas Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Sumur Karena Menolak Cinta
Sedangkan, dalih yang digunakan tersangka kepada para tetangga kosannya yang acap menemuinya saat beraktivitas di luar kosan.
Suhartono menambahkan, tersangka akan berdalih bahwa membesarnya perutnya itu akibat penyakit tumor yang telah diidapnya bertahun-tahun.
"Kalau ditanya tetangga-tetangganya, dia ngaku enggak hamil, tapi tumor. Dengan alasan itu," pungkasnya.
Sementara itu, tersangka MDN mengaku, dirinya membekap saluran pernapasan bayinya dengan telapak tangannya.
Lalu setelah memastikan bayinya telah tewas. Ia lantas menyimpan jasad bayinya itu ke dalam keranjang tumpukan pakaian.
Setelah dua hari disimpan. MDN mengatakan, dirinya seorang diri membuang jasad bayinya itu di lokasi area depan teras sebuah warung.
"Iya di rumah (melahirkan dan bunuh bayinya). Di keranjang pakaian. Selama 2 hari (simpan mayat)," ujar MDN saat diinterogasi oleh Kapolsek Gayungan Kompol Suhartono.
Penulis: Luhur Pambudi
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Ibu di Surabaya Bekap Bayinya hingga Tewas, Simpan Jasadnya di Keranjang hingga 2 Hari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bayi-dibuang-ok12.jpg)