Minggu, 31 Agustus 2025

Bobotnya Sempat Turun Jadi 207 Kg, Obesitas & Infeksi Saluran Kemih Penyebab Meninggalnya Titi Wati

Diagnosa pemeriksaan dokter RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Titi Wati meninggal karena mengidap infeksi saluran kemih dan obesitas.

Editor: Dewi Agustina
kolase/facebook Tribun Kalteng
Titi Wati, wanita asal Palangkaraya yang sempat viral beberapa tahun lalu karena mengalami obesitas hingga bobot tubuhnya mencapai 220 kg, meninggal dunia, Senin (30/1/2023) sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan diagnosa pemeriksaan dokter RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Titi Wati meninggal karena mengidap infeksi saluran kemih dan obesitas. 

Diketahui almarhumah sempat dilarikan ke rumah sakit dikarenakan mengalami gangguan buang air besar (BAB).

Namun setelah dilakukan perawatan, beliau pun kembali sehat dan dapat menghadiri pernikahan anaknya.

Titi di Ruang Rawat Inap RS Doris Sylvanus Palangkaraya. TRIBUN KALTENG/FATHURAHMAN
Titi di Ruang Rawat Inap RS Doris Sylvanus Palangkaraya. TRIBUN KALTENG/FATHURAHMAN (Tribun Kalteng/Faturahman)

Bobot Sempat Turun Menjadi 207 Kg

Sebelumnya Titi Wati sempat viral pada 2019 lalu, lantaran memiliki bobot hampir 220 kilogram.

Bahkan di rumahnya sejumlah petugas harus menjebol pintu rumah dan terpaksa mengevakuasinya menggunakan tandu.

Saat itu dibantu puluhan petugas untuk dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, lantaran saat itu dirinya mengalami sakit.

Kala itu RSUD Dr Doris Sylvanus melakukan tindakan operasi bariatrik atau pengecilan lambung terhadap Titi Wati.

Dua bulan pasca operasi, bobit tubuh Titi Wati sempat sedikit menurun hingga mencapai 207 kilogram.

Baca juga: Hindari Obesitas hingga Diabetes, Dokter Gizi Ungkap Batasan Aman Konsumsi Gula pada Anak 

Sempat Tak Sadarkan Diri

Menurut Suratno, menantu Titi Wati, almarhum dibawa ke rumah sakit sekira pukul 01.00 WIB.

"Jadi ibu kami bawa ke RSUD Dr Doris Sylvanus sekira pukul 01.00 WIB dikarenakan tidak sadarkan diri saat di rumah," jelasnya, Senin (30/1/2023) siang.

"Almarhum dibawa oleh Tagana dan Tim Emergency Response Palangkaraya (ERP) ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis," tambah Suratno.

Titi Wati dibawa menggunakan pikap menuju rumah sakit.

Setelah tiba, Titi Wati kemudian langsung dimasukkan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Ibu menghembuskan nafps terakhir sekira pukul 05.00 WIB, pada Senin (30/1/2023)," ujar Suratno.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan