Pesawat SAM Air Jatuh di Papua
Siapa Pemilik SAM Air yang Pesawatnya Jatuh dan Terbakar di Hutan Papua? Ini Sosoknya
Inilah sosok pemilik maskapai SAM Air yang pesawatnya sempat hilang kontak lalu ditemukan jatuh dan terbakar di hutan Papua Pegunungan.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Suci BangunDS
Ia juga pernah bergabung di Partai Demokrat dan sempat menjadi bendahara.
"Saya ini bendahara Partai Demokrat di Puncak Jaya, tapi belum berani jadi caleg," ujar dia, dilansir Tribun-Timur.com.
Pilih Sekolah Pilot
Bukan tanpa alasan mengapa Wagus Hidayat memilih terjun di dunia aviasi.
Ia mengikuti jejak sang kakak yang menjadi pramugari di Trigana Air.
Sementara Haji Dayat pernah bekerja sebagai ground handling di bandara di Puncak Jaya dan Wamena, Papua.
Hampir satu dekade, dia belajar seluk beluk mengurus maskapai.
Di samping itu, dia juga merintis usaha jadi pedagang.
Karena motivasi ingin maju, Wagus Hidayat pun belajar jadi pilot pada 2015.
Ia memilih Genesa Flight Academy di Jakarta Timur.
"Saat itu ada kasus penembakan pesawat di Puncak Jaya. Tak ada orang yang berani jadi pilot, akhirnya saya sekolah pilot," ujar pria dengan tinggi badan 178 cm ini.

Pada 2017, dia melihat ada peluang. Enggang Air Services, perusahaan maskapai milik Oesman Sapta Oddang (OSO), pun dilirik.
Dari maskapai inilah, dia merintis SAM Air.
Masih dari Tribun-Timur.com, SAM adalah akronim dari Semuwa Aviasi Mandiri.
Semuwa juga adalah akronim dari kelompok usahanya; Sentani, Mulia, Wamena (Semuwa).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.