Fakta DEMA UIN Surakarta soal Ospek Gandeng Pinjol: Rektor Sudah Tegur hingga Terancam Drop Out
Berikut fakta terkait sorotan terhadap DEMA UIN RM Surakarta yang disebut menggandeng pinjol untuk penyelenggaraan PABK mahasiswa baru.
Selain itu, Mudofir menyebut pihak DEMA dan SEMA UIN Raden Mas Said Surakarta melangkah sendiri dalam melakukan penggalangan sponsorship dan tidak melaporkan kepada pimpinan universitas.
"Jika terjadi pelanggaran dalam praktik pencarian sponsorsip oleh DEMA dan SEMA, akan diselesaikan oleh Dewan Kode Etik Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta," tegas Mudofir.
Terancam Drop Out
Mudofir juga mengatakan pihaknya akan melakukan sidang etik untuk menentukan tingkat kesalahan mahasiswa yang diduga terlibat termasuk DEMA.
"Saat ini kami sudah koordinasi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan akan menyelidiki permasalahan tersebut termasuk memanggil DEMA," ujarnya dikutip dari Tribun Solo.
Dia menuturkan jika nanti ditemukan adanya kesalahan berat dari mahasiswa yang terlibat maka akan diberikan sanksi.
Adapun, katanya, sanksi terberat yang akan dijatuhkan yaitu pemecatan atau drop out (DO).
"Pasti ada sanksi kalau berat, salah satunya pemecatan atau drop out (DO)," jelas Mudofir.
Klarifikasi DEMA
DEMA UIN RM Said pun buka suara terkait hal ini.
Presiden Mahasiswa UIN Raden Mas Said, Ayuk Latifah mengungkapkan kegiatan yang bersponsor pinjol bukan termasuk PABK.
Kegiatan ini adalah festival budaya yang mereka adakan dan butuh pendanaan sendiri.
"Pastinya ini sifatnya tidak mengikat," ujarnya saat di konfirmasi TribunSolo.com, Senin (7/8/2023).
Ia mengaku ada tiga market place pinjaman online yang menjadi sponsorship untuk pendanaan Festival Budaya 2023.
Namun, ia tidak ingin menyebutkan marketplace tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dema-uin-surakarta-disebut-gaet-pinjol.jpg)