Sabtu, 25 April 2026

Sekeluarga Bunuh Diri di Malang

3 Korban Bunuh Diri di Pakis Malang Berada di RSSA, Tunggu dapat Izin Keluarga Lakukan Otopsi

W sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat namun akhirnya mengehembuskan nafasnya di rumah sakit

Editor: Eko Sutriyanto
SURYA/PURWANTO
Petugas Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Satreskrim Polres Malang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) satu keluarga diduga bunuh diri di Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (12/12/2023). Identitas korban Korban yaitu suami W (38), istri SL (35) dan anak AKE (13). Belum diketahui motif satu keluarga mengakhiri hidupnya. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG -  Satreskrim Polres Malang masih mendalami motif dugaan bunuh diri satu keluarga di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (12/12/2023).

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, tiga jenazah terdiri dari ayah W (44), ibu S (40), dan anaknya R (12) saat ini masih berada di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

"Terhadap ketiga korban, kami masih menunggu persetujuan dari keluarga untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya," katanya.

Gandha membeberkan kronologi ditemukannya satu keluarga meninggal di dalam kamar itu bermula dari sekitar pukul 08.15 WIB, anak korban yang berinisial K (12) merupakan kembaran dari R, keluar rumah dengan berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan K, tetangga korban lantas menghampiri dan menuju ke rumah korban.

Baca juga: Terungkap Keseharian Pasutri dan Putrinya yang Diduga Tewas Bunuh Diri di Pakis Malang

Saat itu mereka mendobrak pintu kamar yang dalam keadaan terkunci.

Usai dibuka, di dalam kamar ditemukan 3 orang yakni W dalam kondisi masih sadar namun dipenuhi darah sedangkan dua orang perempuan yakni S dan R sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas kasur.

 "W keadaan pergelangan tangannya di sebelah kiri mengeluarkan banyak darah akibat luka sayatan.

Ada dua luka sayatan, yang satu cukup dalam," sambung Gandha.

W sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

W tak dapat terselamatkan dan akhirnya mengehembuskan nafasnya di rumah sakit.

Kemudian, S dan R meninggal dunia dalam keadaan telentang di atas kasur dengan mulut berbusa.

Sementara itu, K kini berada dalam pendampingan psikolog dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Tak banyak keterangan yang dapat digali dari K karena kondisinya masih syok, sehingga memerlukan waktu untuk menanyakannya ke K.

Namun ada beberapa fakta yang diketahui oleh kepolisian.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved