Sabtu, 30 Agustus 2025

Guru Ngaji di Purwakarta Diduga Cabuli Santriwati, Kemenag Minta Orang Tua Selektif Pilih TPQ

Pihak Kemenag Purwakarta pun meminta para orang tua untuk lebih selektif untuk memilih pondok pesantren atau Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

pexels
ILUSTRASI PENCABULAN - Pihak Kemenag Purwakarta pun meminta para orang tua untuk lebih selektif untuk memilih pondok pesantren atau Taman Pendidikan Alquran (TPQ). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang guru ngaji atau ustaz di Purwakarta, Jawa Barat diduga mencabuli sejumlah santriwatinya.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta pun turut menyoroti kasus dugaan pencabulan tersebut.

Kemenag Purwakarta pun meminta para orang tua untuk lebih selektif untuk memilih pondok pesantren atau Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purwakarta, Hanif Hanafi.

Ia meminta para orang tua untuk memilih ponpes atau TPQ yang sudah memiliki izin.

Hal tersebut karena pihak Kemenag tak bisa mengawasi secara langsung ponpes atau TPQ maupun tempat mengaji yang belum terdaftar, berbeda dengan yang sudah terdaftar.

Baca juga: Aksi Cabul Ayah kepada Anak Terungkap Setelah Dipergoki Warga, Tukang Bakso Cabuli 15 Anak Laki-laki

"Kami tak bisa memonitoring atau mengawasi secara langsung TPQ atau tempat mengaji serta Pondok Pesantren yang tidak terdaftar,"

"Untuk itu, kami dari Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta terus menyosialisasikan dan mengajak kepada pengelola TPQ atau tempat mengaji serta Pondok Pesantren agar mengurus izin lembaga tersebut,"

"Sehingga jelas terdaftar di Kemenag," kata Hanif seperti dikutip dari Tribunjabar.id, Kamis (14/12/2023).

Ia menyarankan orangtua selektif dalam memilih ponpes atau TPQ untuk mengantisipasi kejadian pelecehan seksual terjadi.

“Yang jelas, saran kami kepada orang tua yang akan menyekolahkan tambahan ilmu agama harus dikonfirmasi dulu. Insyaallah setiap masjid ada TPQ, tapi kalau milik pribadi ya dipelajari lah, dia punya sanad atau tidak, maksudnya urutan ilmu gurunya siapa," ujar Hanif.

Warga buru guru ngaji ON (40) pelaku pencabulan di sejumlah pegunungan sekitar Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Kamis (14/12/2023)
Warga buru guru ngaji ON (40) pelaku pencabulan di sejumlah pegunungan sekitar Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Kamis (14/12/2023) (Tribun Jabar/ Deanza Falevi)

Baca juga: Ustaz di Purwakarta Diduga Cabuli 10 Santriwati, Sudah Beraksi 4 Tahun hingga Kini Masih Kabur

Diwartakan sebelumnya, seorang ustaz berinisial ON di Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat diduga mencabuli santriwatinya.

Warga dan keluarga korban yang geram pun mendatangi kediaman ON dan merusak rumahnya.

ON pun kabur setelah digeruduk sejumlah warga sejak Sabtu (9/12/2023) lalu.

Kasus pencabulan ini pun dikonfirmasi Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkar.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan