Jumat, 29 Agustus 2025

Dugaan Perundungan Siswi SMP di Cianjur, Sekolah Membantah, Disdikpora Tunggu Bukti dari RS

Aksi perundungan saat kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) terjadi di SMPN 1 Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat.

Penulis: Faisal Mohay
TRIBUNJABAR.ID/FAUZI NOVIANDI
AD korban perundungan di SMPN 1 Sindangbarang usai menjalani pemeriksaan di Klinik Saraf dan hendak dibawa ke ruang inap di RSUD Cianjur, Senin (22/7/2024) 

TRIBUNNEWS.COM - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur telah menyelidiki kasus perundungan yang terjadi di SMPN 1 Sindangbarang.

Dugaan perundungan antar siswi tersebut mengakibatkan korban AD (12) mengalami sakit pinggul dan sempat tak bisa jalan.

Kini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Cianjur.

Kabid Disdikpora Cianjur, Helmi Halimudin, mengaku telah memeriksa guru hingga teman-teman korban terkait aksi perundungan yang terjadi saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

"Saya kemarin sudah mendatangi langsung ke SMPN 1 Sindangbarang. Ketika itu semuanya saya tanya, mulai dari panitia MPLS, kesiswaan, guru-guru dan kepala sekolah," paparnya, Selasa (23/7/2024), dikutip dari TribunJabar.id.

Pihaknya tidak menemukan bukti perundungan, namun ada surat perjanjian antara korban dengan pelaku yang berinisial S.

"Tapi surat tersebut maksudnya belum diketahui maksudnya seperti apa," sambungnya.

Disdikpora belum dapat menyimpulkan penyebab korban sakit dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit.

"Kemarin kan korban sudah didampingi tim Disdikpora Kabupaten Cianjur ke RSUD Cianjur. Jadi nantinya apabila setelah ada hasil pemeriksaannya sepeti apa kita akan mengambil sikap," terangnya.

Setelah terjadi perundungan, pelaku enggan masuk sekolah karena ketakutan.

Korban juga belum dapat beraktivitas dan masih dalam proses pemulihan.

Baca juga: Beda Keterangan SMPN 1 Sindangbarang soal Kasus Perundungan, Sempat Membenarkan lalu Membantah

"Meski begitu kita akan mencarikan solusi agar kedua siswi baru itu bisa bersekolah lagi," tuturnya.

Biaya perawatan hingga pengobatan korban akan ditanggung Disdikpora Cianjur.

"Pihak sekolahkan tidak membenarkan adanya kejadian perundungan itu, maka nanti kita akan lihat hasilnya seperti apa, apakah luka dideritanya akibat pemukulan atau seperti apa," pungkasnya.

Kata Ayah Korban

Kasus perundungan diketahui orang tua korban usai melihat AD pulang dari sekolah sambil menahan sakit.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan