Sabtu, 30 Agustus 2025

Dugaan Perundungan Siswi SMP di Cianjur, Sekolah Membantah, Disdikpora Tunggu Bukti dari RS

Aksi perundungan saat kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) terjadi di SMPN 1 Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat.

Penulis: Faisal Mohay
TRIBUNJABAR.ID/FAUZI NOVIANDI
AD korban perundungan di SMPN 1 Sindangbarang usai menjalani pemeriksaan di Klinik Saraf dan hendak dibawa ke ruang inap di RSUD Cianjur, Senin (22/7/2024) 

Ayah korban, Dian (53), mengatakan pelaku sejak awal tidak suka dengan anaknya diduga karena cemburu.

"Sebelum memukul anak saya itu, pelaku sempat bilang 'dendam ka sia' (dendam sama kamu). Dendamnya karena apa juga anak saya tidak tahu," ucapnya, Senin (22/7/2024).

Sejak hari pertama kegiatan MPLS, pelaku menunjukkan kebenciannya ke korban.

Baca juga: Siswi SMP di Sumedang jadi Korban Perundungan, 4 Pelaku Ditangkap dan 3 di Antaranya di Bawah Umur

Diduga aksi perundungan yang mengakibatkan korban dirawat di rumah sakit tidak hanya sekali terjadi.

"Anak saya sering diganggu oleh pelaku, dan puncaknya ya sewaktu kejadian di hari Kamis itu, anak saya dipukul lima kali di bagian belakang sampai jatuh tersungkur," tuturnya.

Aksi perundungan disaksikan siswa lain serta guru.

Ia menganggap pihak sekolah tidak berupaya menyelamatkan anaknya.

"Ada guru-gurunya juga di sana. Tapi, kenapa pihak gurunya tidak segera menghampiri anak saya dan menanyakan kenapa, apa yang terjadi. Pihak sekolah terkesan kurang tanggap," bebernya.

Kondisi Korban

Kini korban masih dirawat di RSUD Cianjur dan diharuskan menjalani CT scan untuk pemeriksaan lebih lanjut,

Ayah korban, Dian, menyatakan CT scan ditunda lantaran keluarga tak punya biaya.

Baca juga: Viral, Aksi Perundungan Remaja Wanita di Sumedang Jawa Barat, Empat Gadis Diamankan Polisi

"Biaya CT scan di RSUD Cianjur itu sebesar Rp6 juta, saya belum punya uang sebesar itu sehingga sekarang harus dirawat inap dulu."

"Anak saya mengalami luka karena dipukul oleh seorang siswi baru di bagian punggung, hingga terjatuh," bebernya, Senin (22/7/2024), dikutip dari TribunJabar.id.

Hingga saat ini orang tua pelaku belum membesuk korban untuk melihat kondisinya secara langsung.

"Saya tidak akan menuntut apa pun, saya ingin orang tua pelaku untuk menjunguk saja," lanjutnya.

Awalnya korban sempat dibawa ke Klinik Saraf dan dirujuk ke RSUD Cianjur.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan