Pembunuhan 2 Pemuda di Pesta Malam Bengkulu: Bukan Duel, Terdengar Teriakan
Dua pemuda tewas akibat keributan di pesta malam di Rejang Lebong, Bengkulu, Minggu (16/2/2025). Polisi memastikan bukan duel.
TRIBUNNEWS.COM - Dua pemuda di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tewas akibat tikaman senjata tajam saat menghadiri pesta malam di Desa Bandung Marga pada Minggu (16/2/2025).
Kedua korban adalah Reyliando Rivo Mahendra alias Aldo (22), warga Pasar Atas Curup, Kecamatan Curup dan Fadli Muzaki (19), warga Desa Bandung Marga, Kecamatan Bermani Ulu Raya.
Kejadian bermula saat para korban dan teman-temannya menghadiri pesta malam di desa tersebut.
Menurut laporan polisi, saksi bernama Riri (18) menerima minuman dari seorang pemuda yang identitasnya belum diketahui.
Ketika Riri memberikan minuman tersebut kepada temannya, Depsa (29), pemuda yang memberikan minuman merasa tersinggung dan menampar Depsa.
Kejadian ini memicu keributan di lokasi pesta.
Pada saat keributan terjadi, Fadli Muzaki mengalami luka tusuk di bagian punggung sebelah kanan dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Bangun Jaya.
Setelah insiden tersebut, Reyliando dan teman-temannya memutuskan untuk meninggalkan lokasi pesta dengan mengendarai mobil pikap.
Namun, mereka dihadang oleh sekitar enam orang yang tidak dikenal, yang memukul mobil mereka dengan balok kayu.
Ketika melarikan diri, mobil korban mengalami kecelakaan dan menabrak kendaraan yang terparkir.
Di dalam mobil, Reyliando terkena tikaman di bagian leher dan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.
Baca juga: 2 Pemuda Tewas Ditikam di Bengkulu, Pelaku Diduga Lebih dari 1 Orang
Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, menyatakan banyak pemuda yang hadir di pesta tersebut dalam pengaruh minuman keras.
Kedua korban ditemukan di lokasi yang berbeda, tetapi berawal dari pesta malam yang sama. Kedua korban ini meninggal akibat satu luka tikaman senjata tajam.
"Sampai saat ini pelaku belum diamankan, kita masih melakukan penyelidikan," jelas Sinar.
Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Ronal Pasaribu, menegaskan peristiwa ini bukan merupakan duel maut.
"Bukan duel maut, karena kedua korban ini ditemukan di tempat yang berbeda," ungkapnya.
Kapolsek juga mengungkapkan, kedua korban ini meninggal akibat tikaman dan kehabisan darah.
Kepala Desa Bandung Marga, Redi Fransiska, menjelaskan kejadian bermula dari pesta yang diadakan oleh warganya.
"Ada acara musik, tiba-tiba ada yang teriak, kita sama sekali tidak tahu seperti apa pada awalnya, kita tahu itu karena ada yang teriak," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Kronologi Pembunuhan 2 Pemuda di Rejang Lebong Bengkulu, Hadiri Pesta Malam yang Sama
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bunuh2-bengkulu12.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.