Kisah Heroik Warga NTT Gotong Ibu Hamil Kritis dan Tabung Oksigennya Lintasi 3 Sungai
Momen heroik warga NTT gotong royong mengantar ibu hamil melalui tiga sungai untuk dirujuk ke RS Naibonat di Kupang.
Editor:
Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, OELAMASI - Kisah pilu datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seorang ibu hamil asal Desa Manubelo harus ditandu warga melintasi tiga sungai besar menuju ke RS Naibonat di Kupang pada Jumat, 14 Februari 2024.
Penyebabnya adalah jembatan putus di Kapsali, Manubelon, dan Siumolo di Kecamatan Amfoang Barat Daya menuju RSUD Naibonat di Kupang.
Dari video yang beredar, tampak ibu hamil itu terbaring di atas tandu dan digotong oleh pemuda melintasi sungai dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa.
Kepala Puskesmas Manubelon, Agnes Raro, menerangkan bahwa pasien tersebut adalah Ribka Bonlae, 21, seorang ibu hamil asal Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya.
Saat itu, ibu hamil dalam kondisi gawat darurat perlu segera dirujuk ke rumah sakit Naibonat di Kupang karena ada masalah pada kehamilannya.
Baca juga: Aksi Ibu Hamil 5 Bulan Lawan Begal di Tasikmalaya, Pelaku Jambak Rambut Korban hingga Jatuh
Ribka Bonlae diantar oleh keluarga ke puskesmas pada Jumat, 14 Februari 2024, dalam kondisi kritis.
Selain itu, Agnes juga menyampaikan bahwa Ribka adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sehingga kurang diperhatikan keluarga, bahkan tidak melaporkan kehamilannya kepada petugas kesehatan.
Saat kondisi Ribka mulai lemah, serta tidak mau berbicara dan menolak makan, keluarga hanya menyampaikan ada pembengkakan di perut.
Setelah melakukan pemeriksaan urine, kami baru mengetahui bahwa korban sedang hamil, terang Agnes.
Bahkan pemeriksaan juga menunjukkan suara jantung bayi terdengar jelas, namun kondisi korban makin memburuk.
Akhirnya, diupayakan segera dilakukan rujukan ke Kupang untuk mendapatkan penanganan lebih lengkap di rumah sakit.
Meskipun awalnya keluarga menolak, tetapi dengan penuh kesabaran diberikan pemahaman oleh tenaga medis, akhirnya keluarga bersedia pasien dirujuk.
Aksi Heroik Warga Tandu Ibu Hamil dan Tabung Oksigen Lintasi Tiga Sungai
Agnes menerangkan perjalanan rujukan cukup memakan waktu karena harus melintasi tiga sungai.
Sungai pertama di Kapsali, meskipun sedang tidak banjir, sungai cukup curam dan harus berhati-hati saat menggotong pasien.
Ada petugas yang membawa tandu hingga tabung oksigen.
Puluhan orang juga ikut membantu bersama-sama menyeberangi sungai bersama pasien.
Saat tiba di seberang sungai, dilanjutkan dengan menggunakan mobil pickup diantar ke sungai Termanu.
Kondisi jembatan Termanu yang ambruk awal bulan lalu serta jalur sungai yang dalam cukup menyulitkan sehingga harus mencari alur sungai yang cukup dangkal agar bisa melintas.
Baca juga: Viral Ibu Hamil Ditandu Lewati Jalan Rusak di Bima, 1 dari Bayi Kembarnya Meninggal setelah Lahir
Usai menyebrangi sungai Termanu, dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan pickup sampai ke tepi sungai Siumolo.
Mereka harus melintasi sungai Siumolo yang dilanda banjir.
Proses penyeberangan juga berlangsung lancar.
Saat pasien tiba di seberang, dijemput mobil ambulans menuju ke Kupang.
Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Jembatan Putus, Warga Gotong Ibu Hamil Lintasi Tiga Sungai Besar di Amfoang untuk Dirujuk Ke Kupang https://kupang.tribunnews.com/2025/02/18/jembatan-putus-warga-gotong-ibu-hamil-lintasi-tiga-sungai-besar-di-amfoang-untuk-dirujuk-ke-kupang?page=all#goog_rewarded
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.