Dalami Kasus Siswa SMA Tewas setelah Diduga Ditendang Polisi, Polres Asahan Bongkar Makam Korban
Polres Asahan membentuk tim khusus untuk mengusut kasus tewasnya siswa SMA bernama Pandu Brata Siregar (18) setelah diduga dianiaya oleh oknum polisi.
Penulis:
Nina Yuniar
Editor:
Whiesa Daniswara
"Dia ini mau masuk TNI. Dia juga bukan anak yang nakal, saya tau dia juga pelari, dia berprestasi. Terbukti, setiap dia ikuti lomba, dia selalu juara. Di mana dia narkobanya?" lanjutnya.
Ungkap hal serupa, rekan korban sekaligus saksi mata juga mengaku bahwa ia sempat menemani korban di Polsek Simpang Empat saat sedang diambil tes urinenya.
Diungkapkannya bahwa tes urine yang dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Simpang Empat terhadap korban itu sempat negatif dan diulang sebanyak dua kali.
"Saya tau, dua kali dia ini di tes. Pertama negatif, kemudian yang kedua samar-samar. Kami keluar duduk di depan ruangan Kanit Intel, kemudian dia dipanggil masuk dan dinyatakan positif narkoba," beber siswa kelas 12 SMA tersebut.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Tim Khusus Dibentuk Polres Asahan, Selidiki Jasad Siswa yang Diduga Dianiaya Oknum Polisi
(Tribunnews.com/Nina Yuniar) (Tribun-Medan.com/Alif Al Qadri Harahap)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.