Minggu, 31 Agustus 2025

Dalami Kasus Siswa SMA Tewas setelah Diduga Ditendang Polisi, Polres Asahan Bongkar Makam Korban

Polres Asahan membentuk tim khusus untuk mengusut kasus tewasnya siswa SMA bernama Pandu Brata Siregar (18) setelah diduga dianiaya oleh oknum polisi.

Penulis: Nina Yuniar
Instagram Pandu via Tribun Medan
SISWA SMA TEWAS - Foto Pandu Brata Siregar (18) siswa sekolah menengah atas (SMA) Swasta di Asahan yang meninggal setelah diduga ditendang oleh oknum polisi. Pandu adalah siswa berprestasi yang sering juara lomba lari dan bercita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pihak Polres Asahan akan membongkar makam korban guna mencari tahu penyebab pasti kematiannya. 

Menurut salah seorang kerabat Pandu yang tak ingin disebutkan namanya, korban sempat mengaku ditendang sebanyak dua kali oleh oknum polisi.

"Jadi awalnya dia ini nonton balap lari sama teman-temannya, di dekat PT Sintong. Kemudian, ada polisi dua sepeda motor ngejar bubarkan balap itu. Karena kewalahan, mereka satu sepeda motor tarik lima," ujar keluarga korban tersebut, Selasa (11/3/2025), dilansir dari Tribun-Medan.com.

Kemudian terjadilah aksi kejar-kejaran antara diduga polisi dengan sepeda motor yang ditumpangi oleh korban.

"Setelah dikejar, satu orang lompat kemudian lari. Lepas dari kejaran polisi. Saat korban yang lompat, terjatuh dan pengakuan korban saat itu langsung ditendang sebanyak dua kali," bebernya.

Baca juga: Sosok Pandu Brata Siregar, Siswa SMA di Asahan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Setelah diamankan, korban sempat dibawa ke Polsek Simpang Empat dan dijemput dan dibawa berobat.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit, diagnosa dari dokter itu ada yang bocor bagian dalamnya. Kalau tidak salah lambungnya," paparnya.

Disebutkan bahwa ada beberapa luka lain di bagian kepala dan wajah korban.

Keluarga pun berunding terkait rencana melaporkan kejadian ini ke Propam Polres Asahan.

"Korban ini anak yatim piatu. Saat ini sudah dalam proses pemakaman, laporan ini kami masih pertimbangkan apakah akan membuat laporan karena masalah biaya juga," sebutnya.

Hasil Tes Narkoba Sempat Negatif

Sebelumnya, Polres Asahan menyatakan bahwa Pandu positif narkoba.

Kasi Humas Polres Asahan, Iptu Anwar Sanusi menyebut bahwa saat diamankan, Pandu sempat menjalani tes urine karena menurut polisi, gerak-gerik korban mencurigakan.

"Saat diamankan, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat curiga gerak-gerik yang bersangkutan, dan melakukan tes urine, dan ternyata positif," ungkap Anwar, Rabu (12/3/2025), dilansir dari Tribun-Medan.com.

Mendengar pernyataan tersebut, keluarga korban mengaku apa yang disampaikan Anwar tersebut adalah fitnah.

Menurut keluarga korban, Pandu termasuk anak yang memiliki pola hidup sehat dan tidak pernah menyentuh hal-hal yang aneh.

Baca juga: Peran AKP Hariyadi Tersangka Tewasnya Darso: Tampar Korban Pakai Sandal, Hujani Bogem Mentah

"Fitnah, itu tidak benar. Karena saya setiap hari dengan korban. Saya tau persis kehidupan dia (korban). Jangankan sabu, rokok pun tidak," kata kerabat korban yang ingin identitasnya di rahasiakan.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan