Jumat, 29 Agustus 2025

Babak Baru Siswa SMA Diduga Tewas usai Ditendang Polisi, Polres Asahan Bentuk Tim Khusus

Inilah kabar terbaru soal kasus siswa SMA di Kabupaten Asahan yang diduga tewas setelah ditendang oleh anggota polisi

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
POLISI ANIAYA SISWA - Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Asahan, IPTU Ahmadi menerangkan telah dibentuk tim khusus untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap siswa sehingga mengakibatkan meninggal dunia, Jumat (14/3/2025). Inilah kabar terbaru soal kasus siswa SMA di Kabupaten Asahan yang diduga tewas setelah ditendang oleh anggota polisi 

"Dari jasad korban ini akan dilakukan otopsi, sehingga nanti dapat terang benderang penyebab kematiannya. Percayakan kepada kami, Polsek Simpang Empat tidak kami libatkan karena mereka yang terlibat dalam perkara ini," ungkapnya.

Sosok Pandu

Diketahui, seorang siswa SMA di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara bernama Pandu Brata Siregar (18) alias PBS meninggal dunia karena diduga dianiaya oleh anggota polisi, Minggu (9/3/2025).

Sebelum meninggal dunia, Pandu diamankan setelah menonton balap lari di Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Dari keterangan keluarga, korban sempat mengaku ditendang oleh anggota polisi yang mengamankannya.

Pandu ditendang sesaat setelah lompat dari sepeda motor temannya untuk melarikan diri.

"Berdasarkan pengakuannya, dia sempat ditendang dua kali,"

"Sehingga, saat kami bawa pulang, dia mengeluh bagian perutnya sakit,"

"Di sana kami bawa ke rumah sakit untuk berobat," kata kerabat korban yang tak ingin disebutkan namanya.

Pandu yang merupakan seorang anak yatim piatu ini pun sempat jalani tes narkoba di kantor polisi.

Pihak kepolisian pun mengungkapkan bahwa korban positif narkoba.

Baca juga: Tim Khusus Selidiki Kematian Siswa SMA di Asahan, Diduga Dianiaya Oknum Polsek Simpang Empat

"Saat diamankan, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat curiga gerak-gerik yang bersangkutan, dan melakukan tes urine, dan ternyata positif," ungkap Kasi Humas Polres Asahan, Iptu Anwar Sanusi.

Keluarga korban yang mendengar hal tersebut pun menganggapnya sebagai fitnah kejam.

Sebab, Pandu merupakan anak yang memiliki pola hidup sehat.

"Fitnah, itu tidak benar. Karena saya setiap hari dengan korban. Saya tau persis kehidupan dia (korban). Jangankan sabu, Rokok pun tidak," ungkap kerabat korban yang ingin identitasnya di rahasiakan.

Mengutip Tribun-Medan.com, kerabat korban juga menyebut bahwa Pandu memiliki cita-cita mulia, yakni ingin menjadi anggota TNI.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan