Jumat, 1 Mei 2026

Permintaan Maaf Emen Sopir Angkot soal Pemotongan Dana Bantuan Dedi Mulyadi: Semua Sudah Clear

Emen, sopir angkot Bogor, minta maaf terkait isu pemotongan dana bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rifqah
Editor: timtribunsolo
Kolase Tribunnews.com
KOMPENSASI SOPIR DISUNAT - Kolase foto sopir angkot Bogor Emen Hidayat dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Emen, sopir angkot Bogor, minta maaf terkait isu pemotongan dana bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

TRIBUNNEWS.COM – Emen, seorang sopir angkot di Puncak Bogor, telah menyampaikan permintaan maaf kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor terkait pemotongan dana bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Permintaan maaf ini disampaikan melalui surat pernyataan yang ditandatangani Emen.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Dalam suratnya, Emen menjelaskan bahwa masalah pemotongan dana bantuan yang sempat ia sampaikan sebelumnya kini telah diselesaikan.

"Alhamdulillah dari ini semua udah clear dengan semuanya dan apa yang dibicarakan dengan Gubernur Dedi Mulyadi, itu hanya klarifikasi saja, maka dengan ini saya ralat."

"Demikian surat pernyataan ini dibuat dan ditandatangani tanpa ada paksaan dari manapun. Dan saya mohon maaf sebesarnya terutama pada Organda dan Dishub Kabupaten Bogor," kata Emen.

Ia juga menegaskan bahwa Organda dan Dishub tidak terlibat dalam pemotongan dana tersebut.

"Adapun pihak terkait Organda dan Dishub itu tidak terkait dengan program tersebut, hanya ada di lokasi yang memberikan kompensasi tersebut tidak ada keterkaitan dengan masalah tersebut," katanya.

Kebijakan Gubernur dan Kompensasi Sopir

Gubernur Dedi Mulyadi sebelumnya menghentikan operasional angkot di jalur Puncak Bogor selama sepekan saat libur Lebaran 2025 untuk mengantisipasi kemacetan.

Sebagai kompensasi, sopir angkot dijanjikan mendapatkan total bantuan sebesar Rp1,5 juta, yang terdiri dari Rp1 juta uang tunai dan Rp500 ribu dalam bentuk sembako.

Namun, Emen sebelumnya mengeklaim hanya menerima Rp800 ribu dari total bantuan tersebut, dan menyebut adanya pemotongan yang dilakukan oleh oknum pegawai Dishub dan Organda.

"Kan dari bapak sekian, bilangnya (potongan) keikhlasan, tapi dipatok Rp200 ribu," kata Emen.

"Itu pak dari Dishub Kabupaten Bogor, organda sama KKSU," kata Emen.

Namun, sayangnya Emen tak mengenal pasti nama-nama pegawai Dishub Kabupaten Bogor yang memotong bantuan Dedi Mulyadi itu.

"Siapa saya kurang tahu, pokoknya orang-orang Dishub. KKSU juga bukan ketuanya, ada oknum," katanya.

Kendati demikian, Emen menyebut satu nama dari KKSU.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved