Anjelia Dibunuh Ayah Tiri Usai Bocorkan Persembunyiannya ke Rentenir, Cicilan 3 Bulan Belum Dibayar
Anjelia Putri, gadis 18 tahun di Dharmasraya dibunuh ayah tiri usai bocorkan keberadaan sang ayah ke rentenir yang hendak tagih utang.
Penulis:
Theresia Felisiani
Namun, permintaan itu justru membuat pelaku marah dan diduga memukul korban hingga jatuh dan tak sadarkan diri.
Kronologi Anjelia Tewas Dipukul Ayah Tiri karena Bongkar Keberadaanya ke Rentenir
Anjelia Putri (18) mengalami penganiayaan hingga tewas oleh ayah tirinya pada Senin (12/5/2025) malam.
Ayah tirinya berinisial R (43) merupakan warga jorong Koto Gadang, Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.
Kapolres Dharmasraya, AKBP Purwanto Hari Subekti membenarkan kejadian ini, ditemui media, pada Selasa pagi (13/5/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, Kapolres tengah mendampingi proses autopsi jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.
“Begitu kami mendapat laporan dari warga, tim langsung ke lokasi. Kami sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti,” jelasnya.
Baca juga: Terlilit Utang Pinjaman Online hingga Diceraikan Istri, Pria di Tangerang Selatan Nekat Bunuh Diri
Korban diketahui dianiaya sang ayah tiri karena memberitahukan keberadaan pelaku ke rentenir.
Lantas, pelaku pun diburu penagih utang dari rentenir yang meminjamkannya uang.
Berdasarkan informasi awal, pelaku dan korban bertengkar soal tunggakan cicilan pinjaman bank yang belum dibayar selama tiga bulan.
Korban meminta pelaku untuk segera melunasinya. Namun, permintaan itu justru membuat pelaku marah dan diduga memukul korban hingga jatuh dan tak sadarkan diri.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Koto Baru untuk mendapatkan pertolongan, sayangnya nyawanya tidak tertolong.
Jenazah korban kini masih dalam proses autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Baca juga: Nasabah di Gorontalo Dikeroyok 6 Debt Collector Meski Cicilan Lunas, Berujung Saling Lapor Polisi
Kapolres menyatakan bahwa polisi masih mengejar pelaku yang kabur setelah kejadian.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaku segera tertangkap dan diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.