Sabtu, 30 Agustus 2025

Pelaku Pelecehan Penari Jathil Reog Ponorogo Minta Maaf: Saya Tak Kontrol karena Pengaruh Miras

Terjadi kasus pelecehan terhadap penari Jathil Reog Ponorogo di Desa Tugurejo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
KLARIFIKASI - Pelaku pelecehan Djemtono (batu batik) saat minta maaf kepada korban Nuzulul (jilbab hitam) disaksikan tetua reog Ponorogo, Mbah Pur di di Jalan Puspowarno, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (13/5/2025) sore. Sebelumnya, sebuah video menggambarkan penari jathil reog Ponorogo dilecehkan viral. Video itu viral di berbagai media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM - Terjadi kasus pelecehan terhadap penari Jathil Reog Ponorogo di Desa Tugurejo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Peristiwa itu bukan hanya dilaporkan kepada polisi, melainkan juga dilakukan klarifikasi di rumah tetua seniman Reog Ponorogo, Hari Purnomo alias Mbah Pur, Selasa (13/5/2025) malam.

Diwartakan Tribun Jatim, beberapa tokoh seniman tampak datang di rumah Hari Purnomo di Jalan Puspowarno, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Selain itu, hadir pula korban Nuzulul, pelaku pelecehan Djemono, dan dari pihak kepolisian.

Djemono, warga Kecamatan Sawoo, hanya bisa menunduk dan tak banyak berbicara.

Saat diklarifikasi, korban mengakui kesalahannya karena melecehkan korban saat menari jathil dengan cara memegang pantat.

“Saya ceroboh, saya minta maaf. Saya tidak kontrol karena pengaruh miras,” ungkap Djemono.

Ia tak hanya meminta maaf kepada korban pelecehan, tetapi juga meminta maaf kepada seluruh seniman Reog Ponorogo.

“Saya minta maaf seluruh seniman reog ponorogo. Berjanji tidak mengulangi kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Nuzulul mengaku bahwa dirinya memang menempuh jalur damai, tetapi menurutnya hal ini menjadi pelajaran berharga baginya.

“Jathil lainnya ndak usah takut karena kita tuh pelestari budaya. Kejadian ini kita menjadi pembelajaran bersama,” jelasnya.

Baca juga: Dugaan Pelecehan dengan Modus Pengobatan Alternatif di Bekasi, Korban Tak Berani Lapor sejak 2016

Lebih lanjut, Purnomo mengatakan bahwa memang dilakukan klarifikasi antara kedua belah pihak. 

Kemudian dilanjutkan dengan permintaan maaf dari pelaku kepada korban dan seniman reog.

“Memang dikumpulkan dari polisi, seniman reog juga korban dan pelaku. Kita klarifikasi dan ini damai, tetapi jangan sampai ada kejadian lagi,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, video penari jathil Reog Ponorogo yang dilecehkan seorang pria viral di media sosial.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan