Senin, 8 Juni 2026

Penanaman 4.000 Mangrove di Banten Ditargetkan Serap 1.200 Ton Emisi Karbon

Penanaman ini ditargetkan dapat menyerap sekitar 1.200 ton emisi karbon dalam jangka panjang, estimasi satu pohon mangrove menyerap hingga 0,3 ton CO₂

Tayang:
HO/IST
TEKAN EMISI KARBON - Penanaman 4.000 bibit mangrove sejak 28 Mei 2025, yang dijalankan Krakatau Posco bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, serta komunitas lingkungan Segara Biru. Kegiatan ini dilakukan di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelestarian lingkungan melalui program konservasi mangrove di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, mulai dilakukan.


Satu di antaranya melalui penanaman 4.000 bibit mangrove sejak 28 Mei 2025, yang dijalankan Krakatau Posco bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, serta komunitas lingkungan Segara Biru.

Baca juga: Konservasi Hutan Mangrove Jadi Perhatian Utama Kerja Sama Perusahaan Energi Tiongkok-Indonesia


Penanaman ini ditargetkan dapat menyerap sekitar 1.200 ton emisi karbon dalam jangka panjang, dengan estimasi satu pohon mangrove menyerap hingga 0,3 ton CO₂.


Direktur Teknologi & Pengembangan Bisnis Krakatau Posco, Alhadis Syamsuddin mengatakan, selain berfungsi sebagai penyerap karbon alami, mangrove juga berperan penting dalam mencegah abrasi pantai, khususnya di wilayah pemukiman nelayan.


Menurutnya, tanaman mangrove berfungsi sebagai buffer zone yang efektif dalam meredam kekuatan ombak, menjaga kestabilan garis pantai, serta menjadi habitat alternatif bagi berbagai jenis biota laut dan burung.


“Kami percaya bahwa pertumbuhan industri baja harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Konservasi mangrove ini adalah bukti nyata bahwa bisnis dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip Senin (2/6/2025).


Kepala Cabang Dinas DLHK Wilayah Pandeglang Serang Cilegon, Riyanto menyampaikan, penanaman mangrove penting bagi keberlangsungan ekosistem.


"Mangrove adalah titipan alam dari generasi kita kepada anak cucu, agar kelak mereka masih bisa melihat dan merasakan manfaatnya di masa depan," paparnya.


Kabid Perencanaan DLH Kota Cilegon, Asep Faturrohman, menegaskan, kegiatan ini tetap tepat sasaran meskipun dilakukan di luar wilayah administratif Kota Cilegon.

Baca juga: PLTU Jawa 7 di Serang Banten Perluas Kawasan Mangrove Jadi 19 Hektare


“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Krakatau Posco yang mengikuti arahan DLHK Provinsi Banten dalam memilih lokasi strategis untuk penanaman mangrove. Meski tidak dilakukan di wilayah Kota Cilegon, hal ini tetap tepat sasaran karena yang terpenting adalah memastikan pertumbuhan mangrove maksimal demi dampak lingkungan yang berkelanjutan," paparnya.


Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah daerah, dan komunitas lingkungan dalam menghadirkan solusi bersama untuk tantangan perubahan iklim dan kerusakan ekosistem pesisir.


Harapannya, kolaborasi ini akan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam upaya konservasi lingkungan secara lebih luas.

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved