Minggu, 31 Agustus 2025

Sosok Afni Zulkifli, Mantan Wartawan Istana Negara yang Kini Jabat Bupati Siak Riau

Afni Zulkifli, mantan wartawan Istana Negara, resmi jadi Bupati Siak perempuan pertama. Lahir di pinggir Sungai Siak, kini cetak sejarah.

Editor: Glery Lazuardi
Foto/Pemkab Siak
AFNI ZULKIFLI - Afni Zulkifli resmi dilantik sebagai Bupati Siak periode 2025–2030, mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Negeri Istana. 

Sosok Afni Zulkifli, Mantan Wartawan Istana Negara yang Kini Jabat Bupati Siak Riau 

TRIBUNNEWS.COM, SIAK - Sosok Afni Zulkifli, seorang mantan wartawan di Istana Negara yang kini menjabat sebagai Bupati Siak, Riau.

Gubernur Riau, Abdul Wahid, melantik Afni Zulkifli dan Syamsurizal, Bupati dan Wakil Bupati Siak, di Gedung Panglima Ghimbam DPRD Siak, Riau, pada Rabu (4/6/2025) siang.

Pasangan Bupati-Wakil Bupati Siak itu akan memimpin Kabupaten Siak Periode 2025-2030.

Baca juga: Pasangan Afni-Syamsurizal Unggul Hasil PSU Kabupaten Siak, Ini Respons Ketua DPP NasDem

Sosok Afni Zulkifli Bupati Siak Riau Perempuan Pertama

Afni Z mencetak sejarah baru di Negeri Istana dengan menjadi Bupati Siak perempuan pertama.

Afni ternyata memulai karirnya, bukan dari birokrasi pemerintahan.

Ternyata dulunya, ia adalah seorang jurnalis.

Afni lahir dari keluarga yang sangat sederhana pada 28 Juni 1985.

Masa kecilnya dihabiskan di rumah panggung kayu di pinggiran Sungai Siak, tepatnya di Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.

Keluarganya biasa memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga berenang.

Hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai kala itu. 

Di sanalah Afni tumbuh dan mengenal dunia.

Bakat kepemimpinannya sudah tampak sejak remaja.

Di SMA, ia menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama yang terpilih menjadi Ketua OSIS SMAN 1 Siak.

Ini menjadi pencapaian yang cukup luar biasa di tengah dominasi laki-laki dalam organisasi siswa saat itu.

Afni menyadari betul kondisi ekonominya yang terbatas.

Kedua orang tuanya mengais rezeki dengan berjualan lontong di kantin sekolah.

Namun, kesederhanaan itu justru membentuk mental dan motivasinya untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

Ia merantau ke Pulau Jawa demi menuntut ilmu.

Dengan kegigihan luar biasa, ia menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S3, menyandang gelar doktor sebelum usia 35 tahun.

Baca juga: DPP Partai NasDem Atensi Khusus Proses Penghitungan Suara Afni dan Syamsurizal di Pilkada Siak

Perjalanan Karir

Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Afni tak serta merta masuk dunia politik.

Ia memulai karirnya sebagai jurnalis di Pekanbaru.

Afni pun sempat merambah dunia jurnalistik di Jakarta yang meliput di Istana Negara.

Dia banyak meliput isu-isu lingkungan dan sosial.

Pengalaman ini membawanya lebih jauh hingga dipercaya sebagai tenaga mediator pada konflik-konflik masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Di tingkat daerah, Afni juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat.

Ia menjadi Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Siak untuk periode 2024-2029. 

Masuk Politik

Ketekunannya dalam profesinya membawanya bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, yang menjadi titik balik dalam karir politiknya.

Melalui hubungan profesional dengan Menteri Siti Nurbaya, Afni kemudian diangkat sebagai Tenaga Ahli di Kementerian LHK.

Selama hampir 10 tahun di kementerian tersebut, Afni mendapatkan pengalaman berharga.

Ia memiliki peluang memperluas jaringan politik yang membantunya dalam perjalanan politiknya.

Lantas apa yang mendorongnya masuk dunia politik?

Dalam wawancara dengan Tribunpekanbaru.com pada Minggu (1/6/2025), ia mengatakan banyak berinteraksi dengan masyarakat di kampung-kampung.

Dari sana ia banyak menemukan permasalahan hingga muncul keprihatinan.

"Kok rasanya, andailah saya memiliki kekuasaan yang lebih besar, maka suara-suara dari kaum pinggiran ini, masyarakat kecil ini bisa diperjuangkan?" tuturnya.

Dengan posisinya di kementerian, ia merasa peluang dan celah itu ada.

Apalagi mendengar permintaan masyarakat yanag mendorongnya maju Pilkada.

"Saya bilang Ok saya bismillah maju, tapi saya tidak mau calon wakil bupati, saya maunya calon bupati. Karena biar ada kebermanfaatan yang lebih dalam kebijakan-kebijakan yang diambil," tambahnya.

Pada usia 39, ia memberanikan diri mencalonkan diri dalam Pilkada Serentak 2024 dan berhasil mengalahkan pasangan petahana Alfedri–Husni. 

Afni bersama pasangannya, Syamsurizal, akan dilantik pada 4 Juni 2025 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak untuk periode 2025–2030.

Kini, menjelang ulang tahunnya akhir Juni ini, ia pun mencatat sejarah sebagai bupati perempuan pertama di Negeri Istana peninggalan Sultan Syarif Kasim II.

Berikut profil singkat 

Nama: Afni Zulkifli

Lahir: 28 Juni 1985, di Siak Sri Indrapura, Riau

Riwayat Pendidikan:

SDN 002 Siak Sri Indrapura (1991-1997)
MTS Darul Hikmah (1997-2000)
SMAN 1 Siak (2000-2003)
S-1 Universitas Islam Malang (2003-2007)
S-2 Universitas Riau (2007-2010)
S-3 Universitas Pasundan (2016-2020) 

Riwayat Pekerjaan:

Memulai karier sebagai jurnalis di Pekanbaru dan Jakarta.
Menjadi Tenaga Ahli di Kementerian LHK selama hampir 10 tahun.
Dosen di Fakultas Ilmu Administrasi Unilak, Pekanbaru.
Bupati Siak Terpilih periode 2025-2030

Untuk diketahui, acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Siak itu dihadiri Calon Bupati nomor urut satu Irving Kahar Arifin, mantan Bupati Siak dua periode Arwin AS, serta tiga mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal, Syamsuar, dan Wan Abubakar.

Tokoh nasional Siti Nurbaya, anggota DPR RI Iyeth Bustami dan lain sebagainya. 

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Profil Afni Zulkifli Mantan Wartawan Istana Negara Jadi Bupati Siak Perempuan Pertama, 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan