3 Kasus Pekerja di Riau Tewas Diterkam Harimau, Terbaru Korban adalah Operator Alat Berat Perusahaan
Pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di areal konsesi perusahaan di Riau, tewas diterkam harimau pada Selasa (24/6/2025) malam.
TRIBUNNEWS.COM - Tiga kasus pekerja diterkam harimau hingga tewas terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Baru-baru ini, seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di areal konsesi perusahaan di Distrik Merawang Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, tewas diterkam harimau pada Selasa (24/6/2025) malam
Serangan harimau sumatera tersebut, terjadi ketika seorang pekerja hendak buang air besar.
Insiden serupa juga dialami pekerja HTI di Kabupaten Pelalawan. Ia meninggal dunia diserang Harimau Sumatera pada Kamis (13/3/2025) malam.
Korban mengalami sejumlah luka di kepala, badan, dan kaki akibat serangan hewan buas itu.
1. Pekerja di Riau Diterkam saat Buang Air Besar
Seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di areal konsesi perusahaan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, tewas diterkam harimau, pada Selasa (24/6/2025) malam
Setelah mengetahui kabar tersebut, Tim dari Polsek Teluk Meranti, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, dan pihak perusahaan pemilik konsesi HTI pun melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (25/6/2025).
"Tim penelusuran menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan banyak luka di tubuhnya," ungkap Kasi Humas Polres Pelalawan, Iptu Thomas Bernandes Siahaan, Kamis (26/5/2025), dilansir TribunPekanbaru.com.
Berdasarkan hasil olah TKP awal, tim memperkirakan ada dua ekor harimau sumatera di lokasi, lantaran terdapat jejak yang berbeda ukuran.
Menurut Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, lokasi kejadian berada di kantong harimau Sumatera lanskap Kerumutan.
Baca juga: Sosok Hadito, Pekerja HTI Pelalawan Tewas Diterkam Harimau, Tubuhnya Diseret 100 Meter
Lokasi tersebut, berdekatan dengan kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan.
"Tim menemukan jejak harimau di sekitar lokasi yang diperkirakan terdapat dua individu harimau Sumatera karena jejak yang ditemukan ukurannya berbeda," ungkap Ujang, Kamis.
Ujang menyebut, BBKSDA Riau sedang melakukan penilaian awal risiko konflik antara manusia dan harimau di area tersebut.
Selain penyelidikan di lokasi, petugas melakukan sosialisasi kepada para pekerja untuk pencegahan lebih lanjut.
Diketahui, kejadian pekerja diterkam harimau di Pelalawan tersebut, bermula ketika korban buang air besar sekitar pukul 19.30 WIB di belakang kamp pekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Harimau1.jpg)